• KANAL BERITA

Pemecah Batu Jatiroyom Pemalang, Beberkan Khasiat Tumbuhan Entut

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

PEMALANG, suaramerdeka.com – Tua tak jadi halangan bagi Yatin (68) petani jagung RT 06 RW 02 Dusun Kaliwadas Desa Jatiroyom Kecamatan Bodeh, untuk berkarya menghidupi keluarganya. Jika ada pesanan batu belah, dirinya beralih profesi sebagai pemecah batu tradisional dengan upah harian 100 ribu rupiah untuk 14 kubik.

Ditanya terkait Kali Bacin yang mengalir di Jatiroyom sebentar lagi akan mempunyai jembatan pendekat (Jembatan Limpas) sepanjang 20 meter lebar 3 meter ke desa tetangga yaitu Parunggalih dan sedang dilangsungkan pembangunannya oleh TNI, kakek tersebut senang karena akan menjadi lahan baru baginya menambang. Ia juga memaparkan singkat asal muasal nama bacin sebagai nama sungai/kali tersebut.

Diambil dari nama tumbuhan asli Asia tropis dengan banyak nama, yakni daun sembukan, simbukan, kasembuhan, bintaos serta kahitutan. “Warga kami menyebut pohon sembukan dengan nama daun kentut atau daun entut-entutan, karena bau daunnya sangat tidak sedap jika diremas seperti bau kentut,” ungkapnya, Selasa (19/2).

Diketahui, walaupun baunya demikian, daun sembukan biasanya diolah menjadi makanan yang disebut pelas atau gembrot sembukan. Walaupun rasanya enak tapi menyebabkan bau kentut yang juga tak sedap. Obat asli Indonesia ini memiliki khasiat antara lain sebagai obat sakit lambung dan gangguan usus, perut kembung dan disentri. Getah daun secara tradisional untuk obat sakit mata dan telinga baik tetes atau kompres, obat rematik, obat kurap dan buang air kecil tidak lancar.

Sedangkan bubur daun dimanfaatkan sebagai obat herpes dengan cara dibalurkan. “Untuk perut kembung dan disentri, kami biasa menumbuk beberapa lembar (gram) daun segar, garam 1-2 sendok teh dan dicampur air satu mangkuk. Setelah itu disaring kemudian diminum sebelum makan,” jelasnya sederhana.


(Red/CN26/SM Network)