• KANAL BERITA

Jual-Beli Fasilitas Lapas, Fahmi Dituntut Lima Tahun Penjara

Fahmi Darmawansyah usai mendengarkan tuntutan atas kasus jual beli fasilitas Lapas Sukamiskin di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (20/2). (suaramerdeka.com/ Setiady Dwi)
Fahmi Darmawansyah usai mendengarkan tuntutan atas kasus jual beli fasilitas Lapas Sukamiskin di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (20/2). (suaramerdeka.com/ Setiady Dwi)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Jaksa KPK menuntut Fahmi Darmawansyah lima tahun penjara plus denda terkait dugaan jual beli fasilitas yang melibatkan mantan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen.

Dalam pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (20/2), suami artis Inneke Koesherawati itu dianggap memenuhi perbuatan seperti diatur dalam pasal 5 ayat 1 huruf (b) UU Tipikor berdasarkan hasil persidangan.

Untuk itu, jaksa meminta majelis hakim dengan ketua Sudira untuk menyatakan terdakwa terbukti bersalah. Selain pidana 5 tahun, jaksa juga meminta Fahmi membayar denda Rp 200 juta dengan subsider 6 bulan kurungan.

Sejumlah pertimbangan dikemukakan. Salah satunya, Fahmi dianggap tak kapok dalam perkara menyuap. Sebelumnya, Fahmi menjadi warga binaan Lapas Sukamiskin setelah terjerat kasus suap proyek Bakamla sehingga harus menjalani masa pidana 2 tahun 8 bulan.

"Hal yang memberatkan, terdakwa mengulang perbuatannya," kata Jaksa KPK, Roy Riyadi sambil menyebut bahwa tindakan tersebut dilakukan secara sadar.

Tuntutan selama 5 tahun sendiri merupakan masa hukuman maksimal yang diatur dalam pasal yang menyangkut mengenai pemberian sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara itu.

Pemberian dari Fahmi ke Wahid Husen di antaranya Mitsubishi Triton 4x4 seharga Rp 427 juta, tas Luis Vuitton jenis cluth bag, dan uang sebesar Rp 39,5 juta yang di antaranya untuk bekal perjalanan dinas Wahid ke Jakarta.

Belanja aksesori segala merek, lengkap di sini. Yuk cek promonya

Atas pemberian tersebut, Fahmi diperbolehkan membangun kamar asmara 2x3 meter yang digunakannya saat mendapat kunjungan istrinya dan juga disewakan ke napi koruptor lainnya. Fahmi pun sempat keluar penjara pasca diberikan izin untuk cek kesehatan ke sebuah RS.

Atas tuntutan tersebut, Fahmi bersama kuasa hukumnya akan melakukan pembelaan di persidangan berikutnya. Usai sidang, pengusaha tersebut tak bisa menyembunyikan kekecewaannya dengan isi tuntutan. "Saya bukan penyelenggara negara, saya juga kooperatif (dalam kasus ini), tapi hasil tuntutannya maksimal, saya kecewa, dan saya jadi tak percaya lagi," jelasnya.


(Setiady Dwi/CN33/SM Network)