• KANAL BERITA

Delapan SPBU Dioperasikan di Tol Trans Jawa Sesi Jateng

ISI BBM : Sebuah bis tengah mengisi bahan bakar di SPBU di KM 519 KM ruas B tol Solo-Ngawi, Rabu (20/2). (suaramerdeka.com/ Langgeng Widodo)
ISI BBM : Sebuah bis tengah mengisi bahan bakar di SPBU di KM 519 KM ruas B tol Solo-Ngawi, Rabu (20/2). (suaramerdeka.com/ Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Sebagai bentuk pelayanan optimal kepada para pengguna jalan tol Trans Jawa, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jawa Tengah-DIY mengoperasikan delapan SPBU.

Yakni, tiga SPBU permanen yang berada di Kilometer (KM) 519 ruas A dan KM 519 KM ruas B di tol Solo-Ngawi yang masing-masing berkapasitas tangki 4x60 kiloliter (KL) serta satu lagi SPBU di KM 429 ruas A (Semarang-Kartosuro). Ketiga SPBU permanen itu menjual berbagai jenis BBM, yakni Pertalite, Pertamax, Dexlite dan Bio Solar.

Lalu tiga SPBU modular dan mobile dispenser yakni di KM 282 ruas B (Pemalang-Pejagan) yang hanya menjual Pertamax dan Bisolar, di KM 360 ruas B (Pemalang-Batang) menjual Pertamax dan Biosolar serta di KM 379 ruas A (Batang-Semarang) juga menjual Pertamax dan Biosolar.

Kemudian satu SPBU modular di KM 275 ruas A (Pejagan-Pemalang) menjual pertamax dan dexlite serta satu lagi SPBU dispenser di KM 391 ruas A (Batang-Semarang) menjual Pertamax dan Biosolar.

Menurut Branch Manager Pertamina Yogyakarta-Surakarta Teuku Johan Miftah, pada umumnya SPBU permanen yang dibangun Pertamina berada di rest area. Luasan SPBU disesuaikan dengan lahan di rest area yang disediakan oleh Jasa Marga sebagai pengelola tol.

"Bisa saja status SPBU itu nantinya ditingkatkan dari nonpermanen menjadi permanen atau dari tipe B menjadi tipe A, tergantung kepadatan pengguna jalan dan keramaian rest area," kata dia ketika memberi penjelasan pada sejumlah wartawan di SPBU KM 519 ruas B tol Solo-Ngawi, Rabu (20/1).

Dapatkan perlengkapan safety riding harga bersaing di sini

Dalam rilis yang dibagikan sejumlah media, Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR IV, Andar Titi Lestari mengatakan, beroperasinya SPBU itu merupakan jawaban Pertamina akan pemenuhan kebutuhan bahan bakar kepada konsumen pengguna tol trans Jawa. Jarak tol yang cukup panjang menjadi tantangan tersendiri bagi para pengendara untuk mengetahui kondisi bahan bakar kendaraan mereka.

Menurut dia, para konsumen setia Pertamina pengguna Tol Trans Jawa dapat memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan tersebut. Ruas tol yang berjarak cukup jauh tentu membutuhkan performa kendaraan yang handal. "Bahan bakar menjadi salah satu penunjang performa kendaraan dan Pertamina berusaha memenuhi kebutuhan bahan bakar itu dengan kualitas tinggi," kata Andar.


(Langgeng Widodo/CN33/SM Network)