• KANAL BERITA

Kemenag Serahkan Zakat ASN ke 241 Mustahiq

MENERIMA ZAKAT : Ratusan warga yang masuk kategori kurang mampu, Selasa (19/2) berkumpul di Masjid Agung Rembang untuk menerima zakat dari Kementerian Agama (Kemenag) Rembang. (Foto suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
MENERIMA ZAKAT : Ratusan warga yang masuk kategori kurang mampu, Selasa (19/2) berkumpul di Masjid Agung Rembang untuk menerima zakat dari Kementerian Agama (Kemenag) Rembang. (Foto suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Kantor Kemenag Kabupaten Rembang, Selasa (19/2) siang menyerahkan zakat kepada 241 mustahiq (penerima zakat) dari berbagai golongan. Kegiatan tersebut digelar di Masjid Agung Rembang.

Selain penerima, penyerahan zakat dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag, Atho’illah Muslim, Asisten II Setda Abdullah Zawawi, Ketua Baznas Abdul Wahid Hasby serta Ketua MUI Munib Muslih.

Atho’illah menyebutkan, 241 penerima zakat rinciannya adalah 172 fakir miskin, 60 siswa, 2 santri, serta 7 orang pedagang kecil. Setiap penerima zakat perorangan mendapatkan zakat sebesar Rp 400 ribu.

Sedangkan pedagang kecil mendapatkan lebih besar, berupa dana zakat untuk bantuan modal senilai Rp 1,5 juta. “Total pentasarufan untuk hari ini senilai Rp 104,1 juta,” kata Atho’illah kepada wartawan.

Atho’illah mengatakan, dana yang disalurkan saat ini merupakan dana zakat yang disetorkan kepada Baznas Kabupaten Rembang. “Semua mustahiq adalah masyarakat tidak mampu yang merupakan usulan dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag dan Satker-satker,” ujarnya.

Ia berharap, dana zakat tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas hidup. Untuk pelajar, dana zakat bisa digunakan untuk meningkatkan prestasi di masing-masing sekolahnya. Demikian pula zakat untuk pedagang bisa mengangkat pendapatan mereka.

Menurut Atho’illah, zakat yang diserahkan hari ini merupakan zakat dari ASN Kemenag Rembang. Zakat tersebut dihitung dari pendapatan ASN berupa tunjangan kinerja dan sertifikasi (guru).

“Selama tahun 2018, perolehan zakat tukin  dan sertifikasi dari  ASN Kemenag Rembang mecapai Rp 314 juta. Sedangkan zakat dari gaji sekitar Rp 300 juta. Sehingga, total zakat yang disetor ke Baznas sekitar Rp 600 juta,” paparnya.

Ia menambahkan, masyarakat yang ingin menjadi mustahiq zakat, utamanya dari Baznas agar menyampaikan permohonan dengan disertai beberapa berkas, antara lain KTP, KK, dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Sementara itu, Ketua Baznas Rembang Abdul Wahid Hasby mengatakan, sudah membentuk unit zakat di masing-maisng Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sejak 2017 silam. Sejauh ini, hasil penelaahan yang diserahkan masih dalam kategori infaq, belum zakat.

“Zakat dihitung 2,5 persen dari penghasilan, setiap menerima. Catatan kami OPD yang cukup tinggi menyerahkan adalah Dinas Kesehatan. Tetapi penelaahan kami, perhitungannya belum zakat, tetapi infaq,” tandasnya. 


(Ilyas al-Musthofa/CN19/SM Network)