• KANAL BERITA

Peredaran Tembakau Gorila 18,86 Gram Digagalkan

TUNJUKKAN BARANG BUKTI : Kepala Sub Bagian Humas Polres Temanggung, AKP Henny Widiyanti menunjukkan barang bukti dan tersangka peredaran narkotika jenis tembakau gorila sebanyak 18,86 gram saat ungkap kasus di Mapoles setempat, Selasa (19/2) pagi. (Foto suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
TUNJUKKAN BARANG BUKTI : Kepala Sub Bagian Humas Polres Temanggung, AKP Henny Widiyanti menunjukkan barang bukti dan tersangka peredaran narkotika jenis tembakau gorila sebanyak 18,86 gram saat ungkap kasus di Mapoles setempat, Selasa (19/2) pagi. (Foto suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Polres Temanggung menggagalkan peredaran narkotika jenis tembakau gorila sebanyak 18,86 gram dari dua tersangka di wilayah Taman Bambu Runcing Parakan Temanggung dan Kampung Coyudan Utara RT 01 RW 14 Kelurahan Parakan Kauman Kecamatan Parakan. Dua tersangka tengah mendapatkan pemeriksaan intensif, guna membongkar jaringan peredaran barang haram tersebut di wilayah Temanggung.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Temanggung, AKP Henny Widiyanti menyebutkan, dua pelaku yang telah dibekuk aparat kepolisian antara lain, Dwi Yuniyanto (21) warga asal Dusun Banyurip RT 01 RW 01 Desa Pasuruhan Kecamatan Bulu, Temanggung dan David Muhammad Rizki (23) warga Kampung Coyudan Utara RT 01 RW 14 Kelurahan Parakan Kauman Kecamatan Parakan. "Mereka mengaku mendapatkan barang haram itu lewat media sosial," ungkapnya saat ungkap kasus kemarin.

Menurut dia, kronologi kejadian, petugas Polres Temanggung awalnya mendapatkan informasi tentang peredaran tembakau gorila di wilayah Temanggung. Kemudian, petugas melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut. "Pada hari Kamis (14/2) sekitar pukul 21.15 petugas Polres Temanggung berhasil mengamankan tersangka Dwi Yuniyanto di Taman Bambu Runcing Parakan Temanggung karena telah menjual dua linting karkotika jenis tembakau gorila," beber dia.

Saat menjual tembakau gorila, tersangka menyelipkan barang haram itu di bekas bungkus rokok Gudang Garam Internasional. Kepada petugas, tersangka Dwi mengaku tembakau gorila tersebut dijual kepada David Muhammad Rizki. Petugas kepolisian kemudian melakukan pengembangan perkara dengan mengamankan tersangka David di rumahnya di Kampung Coyudan Utara RT 01 RW 14 Kelurahan Parakan Kauman Kecamatan Parakan.

"Saat petugas melakukan penggeledahan di pakaian tersangka, petugas menemukan barang bukti di saku celana bagian kanan berupa satu bungkus narkotika jenis tembakau gorila yang telah dibuka, serta uang tunai Rp 42.000, hasil penjualan narkotika jenis tembakau gorila. Sementara saat melakukan penggeledahan di rumah tersangka David, petugas menemukan barang bukti satu buah kotak kardus kecil warna cokelat berisi dua bungkus tembakau gorila sisa digunakan.

Kemudian satu pack kertas atau sigaret cap Pulau Singapura, satu pack kertas rokok atau sigaret Belalai Kuadrat. Berdasarkan pengakuan David, dia mengaku mendapatkan narkotika jenis tembakau gorila usai melihat iklan di media sosial Instagram pada akun Belelai Utama yang menawarkan tembakau gorila. Kemudian tersangka menghubungi nomor ponsel yang tertera di akun tersebut serta mentransfer uang ke rekening yang diberikan.

Setelah itu, narkotika jenis tembakau gorila tersebut dikirim ke alamat tersangka di Kampung Coyudan Utara RT 01 RW 14 Kelurahan Parakan Kauman Kecamatan Parakan. Setelah menerima tembakau gorila, tersangka melinting menggunakan kertas sigaret, kemudian digunakan dengan cara dihisap seperti orang merokok dan sebagian di jual ke teman-temannya. "Atas kejadian tersebut, tersangka ditangkap, barang bukti disita dan dibawa ke Mapolres Temanggung guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," beber dia.


(M Abdul Rohman/CN19/SM Network)