• KANAL BERITA

Gropyok Hama Tikus Menciptakan Ketahanan Pangan

GROPYOKAN TIKUS : Para petani bersama Babinsa dan petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) melakukan gropyokan tikus di area persawahan Desa Selokromo Kecamatan Leksono, Wonosobo. (suaramerdeka.com/ M Abdul Rohman)
GROPYOKAN TIKUS : Para petani bersama Babinsa dan petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) melakukan gropyokan tikus di area persawahan Desa Selokromo Kecamatan Leksono, Wonosobo. (suaramerdeka.com/ M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Puluhan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Tani Jaya melaksanakan kegiatan gropyok hama tikus di area persawahan Desa Selokromo. Kegiatan dibantu Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 13/Leksono Sersan Amirudin bersama petugas Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo Supriyatno, dengan hasil sekitar 76 ekor tikus dapat ditangkap.

Ketua Poktan Tani Jaya, Amin mengungkapkan kegiatan itu berguna untuk mengantisipasi kerusakan yang ditimbulkan tikus. "Kami bekerjasama dengan Babinsa Koramil 13/Leksono dan PPL, yaitu dengan melakukan gropyok tikus. Diharapkan, apa yang kami lakukan ini dapat mengurangi hama tikus sawah dan juga menjadikan areal sawah padi ini mampu menghasilkan panen padi yang maksimal,” ucapnya.

Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut membantu dalam kegiatan tersebut terutama Babinsa 13/Leksono yang terjun langsung ke sawah dan sudah bersedia membantu memberantas hama tikus. Ia juga berharap kegiatan pemberantasan haman tikus ini dapat membuahkan hasil yang maksimal sehingga dapat berdampak pada meningkatnya hasil panen kelak sehingga membantu mewujudkan program ketahanan pangan Wonosobo khususnya di Leksono.

Klik di sini untuk dapatkan perlengkapan berkebun dan cocok tanam

Sementara itu, Sersan Amirudin menyampaikan, kegiatan perburuan tikus tersebut dilakukan untuk membantu petani membasmi hama tikus yang saat ini dirasakan sangat mengganggu. Ia juga menyampaikan perburuan hewan pengerat itu merupakan kegiatan untuk menunjang program pemerintah menyukseskan swasembada pangan di wilayah Wonosobo, khususnya wilayah Kecamatan Leksono.

“Kegiatan seperti ini akan rutin dilaksanakan. Hal ini merupakan wujud pendampingan TNI kepada para petani dalam menciptakan ketahanan pangan. Meskipun menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul, karbit, dan tongkat, kami bersama PPL dan para petani padi dapat memaksimalkan hasil tangkapan hama tikus ini. Dengan kerjasama dan komunikasi yang intens ini, semoga dapat menjadikan suntikan semangat bagi para petani demi meningkatkan kuantitas dan mutu hasil panen padi,” harapnya.

Sementara itu, Danramil 13/Leksono Kapten Infanteri Samsuri mengatakan manfaat dari kegiatan gropyok selain menanggulangi tikus yaitu terciptanya nilai kebersamaan antara petani, PPL, Babinsa maupun Dinas Pertanian.


(M Abdul Rohman/CN33/SM Network)