• KANAL BERITA

Bangunan Pendopo Rusak, Warga Samin Sikep Klopodurur Resah

BANGUNAN RUSAK: Mbah Lasiyo, sesepuh adat Suku Samin Klopoduwur menunjuk bagian yang rusak. (suaramerdeka.com / Bambang Isti)
BANGUNAN RUSAK: Mbah Lasiyo, sesepuh adat Suku Samin Klopoduwur menunjuk bagian yang rusak. (suaramerdeka.com / Bambang Isti)

BLORA, suaramerdeka.com - Warga Suku Samin Sedulur Sikep di Dukuh Karangpace, Ds Klopoduwur, Kec Banjarejo, Kab Blora resah menyusul kerusakan di beberapa bagian Pendopo Agung, tempat yang selama ini menjadi pusat kegiatan adat. Kondisi bangunan pendopo pun sekarang memprihatinkan di mana lantai keramik retak dan ambles sedalam 10 cm, pagar kanan kiri gapura pun yang hampir runtuh.

"Kami tidak tahu harus melapor ke mana. Karena cepat atau lambat bagian-bagian yang rusak ini pasti akan terus ambles," kata Mbah Lasiyo, sesepuh adat Samin Klopoduwur saat meninjau kondisi pendapa, Senin (18/2).

Sejak pendopo berdiri pada tahun 2011, tidak ada serah terima dari pihak yang bertanggungjawab merawat dan mengelola pendopo. PLN pernah mencabut aliran listrik karena listrik pendopo tidak dibayar selama tiga bulan. Merasa bertanggungjawab, Mbah Lasiyo lantas menanyakan alasan pencabutan ke PLN sebelum akhirnya melunasi tunggakan itu dengan uang pribadi.

"Jika lampu mati pun saya menggantinya dengan uang pribadi. Membersihkan, mengepel dan menyapu adalah kegiatan rutin keluarga kami. Kami pun tidak mendapatkan upah dari pihak manapun karena kami lakukan dengan ikhlas," terang Mbah Lasiyo.

Untuk pembayaran listrik saat ini ditanggung Dinas Pariwisata, tapi untuk perawatan pendapa masih belum ada perhatian khusus dari pihak mana pun. Untuk merawat dan kebersihan pendopo masih dilakukan keluarga Mbah Lasiyo dengan sukarela.

November 2010, pendopo Samin Sikep Karangpace dibangun dengan anggaran dana Rp 1,5 miliar dari sebuah BUMN bersamaan dengan pendapa serupa di Ds Sambongrejo, Kec Sambong, Blora. Berdiri di atas tanah seluas 25 x 16 m, pandapa ini memiliki lantai bangunan seluas 10 x 10 m, dengan tiga pijakan tangga menuju lantai. Luas bangunan kayu 9 x 9 m, dengan ketinggian tiang yang seharusnya tujuh meter, namun hanya dibuat lima meter oleh pihak pemborong.


(Bambang Isti/CN26/SM Network)