• KANAL BERITA

Eko Wisata Mentosari, Andalkan Rafting dan Tubing di Kali Kuto

DI ATAS BENDUNG: Rahmat Suhadi (tengah), Kades Mentosari, Gringsing, Batang meninjau kondisi arus Kali Kuto di atas Bendung Kedung Asem, kemarin. (suaramerdeka.com/Ali Arifin)
DI ATAS BENDUNG: Rahmat Suhadi (tengah), Kades Mentosari, Gringsing, Batang meninjau kondisi arus Kali Kuto di atas Bendung Kedung Asem, kemarin. (suaramerdeka.com/Ali Arifin)

BATANG, suaramerdeka.com - Kawasan eko wisata yang tengah dikembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mentosari, Gringsing, Batang akan mengandalkan river tubing dan rafting. Hal itu diungkapkan Kades Mentosari Rahmat Suhadi, kemarin.

''Potensi arus air Kali Kuto akan kami dimanfaatkan sebagai penarik minat wisatawan untuk mengunjungi kawasan eko wisata Mentosari. Untuk itu kami akan mengemasnya sebagai wisata olahraga air river tubing dan rafting,'' ujarnya.

Menurut kades yang juga Komisaris Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cokro Kembang itu, pihaknya tengah mempersiapkan segala sesuatu yang berkatan dengan upaya memanfaatkan arus air Kali Kuto. Baik itu sumber daya manusia (SDM)-nya, properti pendukungnya, hingga izin dengan pihak-pihak terkait. 

''Terutama kami akan ajukan izin atau proposal ke pengelola sungai Kali Kuto. Apakah itu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana atau Balai Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Bodri Kuto Jateng yang kantornya di Jl Madukoro Semarang.''

Jual Aneka Tiket & Voucher Terlengkap, Cek di Sini!

Nur Haryanto, pengawas BUMDes Cokro Kembang, menyatakan sangat mendukung pemanfaatan aliran arus Kali Kuto. Sebab, selama ini warga yang tinggal di sepanjang Kali Kuto belum bisa memanfaatkan untuk kepentingan bisnis dan menaikkan derajat ekonomi.

''Arus Kali Kuto yang cukup deras, sangat tepat untuk kegiatan river tubing dan rafting. Bisa dimulai dari hulu sungai, yakni Sungai Sentul yang jaraknya sekitar 5 km dari Bendung Kedung Asem, Kali Lampir, Kali Belo, Kali Petung hingga Madu Gowong. Jika dilihat dari atas melalui kamera drone, liuk-liuk Kali Kuto sangat menarik wisatawan yang hobi river tubing maupun rafting,'' tandasnya.

Ratusan Kera

Menurut pengelola Kolam Renang Cokro Kembang Achmad Samiudin, Mentosari sangat tepat untuk destinasi atau kawasan eko wisata. Sebenarnya tidak hanya river tubing dan rafting namun juga ada fasilitas lain.

''Kalau izin sudah ada di tangan, barangkali tidak hanya river tuing dan rafting namun juga flying fox, rumah pohon, gardu pandang, dan outbound juga akan ada di sana,'' katanya.

Menurut Mas Udin, begitu akrab dia disapa, di seberang sungai yang dihubungkan Bendung Kedung Asem, sebenarnya ada Gunung Mas yang masuk wilayah Kabupaten Kendal. Hingga saat ini masih ada ratusan kera yang tinggal di gunung itu.

''Bagi pecinta alam, tidak usah pergi jauh-jauh, cukup di kawasan eko wisata Mentosari. Semuanya ada di sini. Kami tengah menyiapkan pemandu yang andal untuk tiap jenis kegiatan wisata.''

Peralatan olahraga Terlengkap & Harga Terbaik, Cek di Sini

Fathkurohman, yang juga pengawas BUMDes Cokro Kembang berharap pihak-pihak terkait mau mendukung upaya BUMDes Mentosari sebagai salah satu ikon wisata berbasis alam di Jateng. Sebab, sampai saat ini kolam renang Cokro Kembang sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat Batang dan Kendal.

''Apalagi jika lapangan futsal, volly, tenis lapangan, dan bulu tangkis di GOR Indoor sudah memenuhi syarat semua, maka Mentosari benar-benar jadi ikon wisata alam terpadu di sepanjang jalur Pantura Jawa. Jangan lupa aksesnya juga sangat mudah, yakni hanya 1 km dari exit tol Gringsing.''


(Ali Arifin/CN39/SM Network)