• KANAL BERITA

Petani Temanggung Berkeluhkesah ke Tutut Soeharto

Harga Tembakau Terus Merosot

Anak Presiden Kedua, Siti Hardijanti Rukmana, atau yang akrab disapa Tutut Soeharto menemui para petani di Desa Kemloko Kecamatan Tembarak, Temanggung, Sabtu (16/2) lalu. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Anak Presiden Kedua, Siti Hardijanti Rukmana, atau yang akrab disapa Tutut Soeharto menemui para petani di Desa Kemloko Kecamatan Tembarak, Temanggung, Sabtu (16/2) lalu. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Harga tembakau akhir-akhir ini dinilai terus merosot. Meskipun kondisinya bagus, tetapi harganya memang cenderung murah.

Keluhan-keluhan itu diutarakan para petani di Desa Kemloko Kecamatan Tembarak, Temanggung, saat bertemu dengan Siti Hardijanti Rukmana, atau yang akrab disapa Tutut Soeharto saat berkunjung ke Temanggung.

Kunjungan Tutut Soeharto dilakukan dalam agenda silaturahmi ekodaya yang diselenggarakan Partai Berkarya di Lereng Gunung Sumbing di Desa Kemloko, Kecamatan Tembarak, Temanggung, Sabtu (16/2) lalu.

Dalam kesempatan itu, seorant petani tembakau warga Kemloko, Rozak menuturkan harga tembakau akhir-akhir ini terus merosot, meskipun kondisinya bagus tetapi harganya murah.

Menurutnya pada 2016 lalu, memang kondisi cuaca tidak mendukung, sehingga hasil tembakau tidak maksimal. Namun pada 2018 kondisi cuaca bagus dan hasil panen tembakau juga bagus, akan tetapi harganya tetap rendah. Ia tidak tahu mengapa pabrikan membeli tembakau dengan harga rendah.

"Saya tidak tahu kenapa harga terus begini, tentu membuat kamu rugi," ungkapnya.

Sementara Tutut Soeharto menyampaikan, pihaknya akan meneliti bersama para ahli dan mencari solusi kenapa harga tembakau Temanggung jatuh.

"Sejak dulu tembakau Temanggung sudah terkenal di seluruh dunia, kalau sekarang dengar harganya turun saya sedih. Saya tidak janji apa-apa, tetapi saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat di sini," ujar anak Presiden Kedua RI tersebut.

Sementara Ketua Penyelenggara Silaturahmi Ekodaya Nilasari Kusumo Anggraeni menuturkan, Partai Berkarya datang untuk membawa program bagi para petani. Pihaknya ingin mendekatkan diri pada masyarakat dengan program ekonomi kerakyatan bersama toko Goro milik Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra.

Toko Goro, kata dia, saat ini sudah dibuka di Wonosobo. Mudah-mudahan ke depan di buka di Temanggung, sehingga bisa bekerja sama dengan petani maupun UMKM di Temanggung.

"Kami berharap masuknya ekonomi kerakyatan melalui Goro, kita bisa mengontrol, memberi bantuan para petani yang selama ini sudah kami lakukan melalui UKM Goro di beberapa daerah," katanya.

Dijelaskan, Goro mengambil produk langsung dari petani yang harganya bisa lebih bagus dan dijual dengan selisih harga tidak terlalu jauh, seahingga saling menguntungkan.

"Waktu saya ke Wonosobo masyarakat bilang belanja di toko itu murah. Terkait keluhan petani tentang merosotnya harga tembakau, mudah-mudahan nanti bisa menelaah lebih dalam apa saja masalahnya," tutur dia.

Pihaknya mengaku sudah blusukan ke beberapa daerah, banyak keluhan seperti itu karena dimakan oleh tengkulak dan petani ditekan harganya. Hal-hal seperti inilah fungsinya mata rantai yang dikelola Goro, karena fungsinya tidak hanya mengambil barang tetapi kita juga membina petani dan UKM.

"Semoga kedepan tidak ada lagi korban permainan orang-orang berduit," ujarnya.


(M Abdul Rohman/CN39/SM Network)