• KANAL BERITA

Ketoprak "Suminten Edan" Meriahkan Jagongan Mirunggan di Desa Wiromartan

PENTAS KETOPRAK: Ketoprak berjudul "Warok Sura Menggala/Suminten Edan" yang dipentaskan oleh anggota Perkumpulan Seni Wiro Budhoyo mengisi Jagongan Mirunggan di Desa Wiromartan, Kecamatan Mirit, Kebumen, Sabtu (16/2). (suaramerdeka.com/Supriyanto)
PENTAS KETOPRAK: Ketoprak berjudul "Warok Sura Menggala/Suminten Edan" yang dipentaskan oleh anggota Perkumpulan Seni Wiro Budhoyo mengisi Jagongan Mirunggan di Desa Wiromartan, Kecamatan Mirit, Kebumen, Sabtu (16/2). (suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Perkumpulan Seni Wiro Budhoyo mengadakan pentas rutin selapanan. Pentas yang digelar setiap 35 hari sekali yakni malam Minggu Pon diberi nama dengan Jagongan Mirunggan. Jagongan Mirunggan berasal dari istilah Bahasa Jawa yang berarti duduk, bersantai bersama untuk berbincang.

Jagongan Mirunggan edisi pertama dimeriahkan dengan hiburan pementasan kethoprak berjudul "Warok Sura Menggala/Suminten Edan" yang diperankan oleh anggota Perkumpulan Seni Wiro Budhoyo, Sabtu (16/2) malam. Acara dimulai pukul 20.00 dengan gendhing manyar sewu. 

Pementasan perdana ini dihadiri oleh Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan Eko Haryono yang secara resmi membuka pentas selapanan Jagongan Mirunggan edisi pertama dengan pemotongan tumpeng. Hadir Camat Mirit Ir Khotib, jajaran Muspika Kecamatan Mirit, serta tamu undangan lainnya.

Eko Haryanto mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan oleh Sanggar Wirobudhoyo. "Sanggar Wirobudhoyo merupakan salah satu pioner bagi sanggar/group kesenian yang lain di kebumen, agar kehidupan seni tradisi tetap maju dan lestari," ujar Eko dalam sambutannya.

Sementara itu, hujan tidak menyurutkan antusiasme warga untuk tetap bertahan sampai acara selesai pukul 02.30 dini hari. Suasana semakin meriah dan hangat pada adegan akhir pementasan, saat Suminten yang menjadi edan karena ditinggal menikah oleh Kangmas Broto yang kepincut Cempluk Warsiyah.

Tawa penonton pecah dan semakin meriah saat suminten turun panggung dan berperan gila. Cerita ini berakhir ketika Suminten yang gila disembuhkan oleh ayahanda Cempluk Warsiyah yaitu Warok Sura Menggala.

Ketua Panitia Winaton mengatakan, Jagongan Mirunggan rencananya akan diadakan rutin setiap 35 hari sekali. Dengan hiburan kesenian dan topik yang berfariasi. Acara ini merupakan acara untuk umum, sehingga masyarakat umum diperkenankan untuk hadir dan berkumpul bersama.

"Tujuannya untuk memberikan wadah bagi masyarakat berkumpul, menikmati pementasan seni serta belajar bersama mengenai berbagai konten materi yang disampaikan melalui media seni," ujar Winaton.

Rasakan Manfaatnya

Kepala Desa Wiromartan Widodo Sunu Nugroho SP mengatakan, Jagongan Mirunggan merupakan sebuah konsep acara yang sudah ada sejak lama. Dimana masyarakat bisa berkumpul bersama dengan santai dan belajar mengenai berbagai hal dari pementasan yang disajikan atau dari pemateri yang dihadirkan.

"Maka jangan heran misalnya suatu saat Jagongan Mirunggan menghadirkan narasumber dokter hewan untuk menjelaskan tentang kesehatan hewan yang dipelihara oleh masyarakat," ujarnya.

Sunu berharap acara itu terus berjalan secara rutin. Sebab malam itu masyarakat sudah dapat merasakan manfaatnya. Pertama, masyarakat dapat saling bertemu dan bersilaturahmi. Kedua, masyarakat banyak yang mendirikan lapak dagangan sehingga memutar roda perekonomian masyarakat.

"Monggo masyarakat Desa Wiromartan untuk Jagongan Mirunggan selanjutnya, yang berminat membuka lapak dagangan di depan dipersilahkan. Semoga acara ini senantiasa dapat memberikan manfaat dan kebarokahan untuk kita semua," katanya.

Camat Mirit Khotib memuji acara karena memberikan ruang untuk masyarakat bersantai, rileks, menikmati kesenian yang disajikan. Hal ini penting karena masyarakat di daerah pesisir selatan Kebumen, khususnya Kecamatan Mirit mayoritas bermata pencaharian sebagai petani yang tidak mengenal hari libur.

"Acara ini juga sebagai ajang silaturahmi bagi masyarakat Desa Wiromartan pada khsusnya dan masyarakat kabupaten kebumen pada umumnya," ujarnya. 


(Supriyanto/CN39/SM Network)