• KANAL BERITA

UU Disahkan, Ratusan Bidan dan Imam Suroso Sujud Syukur

SUJUD SYUKUR : Anggota DPR RI Imam Suroso bersama ratusan bidan saat sujud syukur pasca disahkannya UU Kebidanan baru-baru ini. (Foto: Dok)
SUJUD SYUKUR : Anggota DPR RI Imam Suroso bersama ratusan bidan saat sujud syukur pasca disahkannya UU Kebidanan baru-baru ini. (Foto: Dok)

PATI, suaramerdeka.com – Wajah sumringah terlihat dari ratusan di gedung DPR RI baru-baru ini. Mereka tampak bahagia setelah pemerintah bersama legislatif mensahkan undang-undang kebidanan. Tentu saja perjuangan itu tak lepas dari peran Komisi IX DPR RI dimana Imam Suroso turut berada didalamnya.

Kepedulian DPR RI Imam Suroso dalam memperjuangkan nasib bidan berbuah manis. Setelah tiga tahun memperjuangkannya, kini para bidan akhirnya mendapatkan kabar gembira setelah undang-undang kebidanan berhasil disahkan.

Tak ayal momen itu disambut penuh haru oleh ratusan bidan selepas rapat paripurna DPR RI Rabu (13/2) kemarin. Bahkan para bidan itu bersama-sama Imam Suroso langsung menggelar sujud syukur. Seribu bunga pun dibagi-bagikan sebagai bentuk rasa terimakasih atas lahirnya undang-undang tersebut.

Perjalanan dalam pengesahan UU itu memang cukup berat. Setelah sempat dibahas sejak 15 tahun, Imam Suroso yang masuk dalam tim panitia kerja (Panja) segera bergerak untuk mendorong agar UU itu berhasil disahkan.

”Atas nama Fraksi PDI Perjuangan, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kerja-kerja produktif DPR RI khususnya Komisi IX, dan pemerintah dalam hal ini Kementrian Kesehatan, dalam pembahasan RUU Kebidanan selama ini,”tambah politis PDIP senior ini.

Dengan disahkannya RUU Kebidanan menjadi UU Kebidanan, pihaknya berharap tidak ada lagi kekhawatiran yang dirasakan oleh profesi bidan dalam menjalankan praktik profesinya.

Selain itu juga diharapkan tidak ada lagi tumpang tindih pengaturan profesi bidan dalam berbagai peraturan, tidak ada lagi diskriminasi  bidan dengan tenaga kesehatan yang lain dalam hal persebaran, pelayanan, hak mendapatkan pendidikan dan perlindungan hukum.


(Beni Dewa/CN41/SM Network)