• KANAL BERITA

Bahaya, Cegah Penggunaan Minyak Goreng Berulang

Foto suaramerdeka.com/dok
Foto suaramerdeka.com/dok

BATANG, suaramerdeka.com  - Menggunakan minyak goreng bekas (jelatah) secara berulang-ulang  untuk mengolah bahan makanan dapat membayakan kesehatan manusia. Sementara jika jelantah tersebut dibuang sembarangan akan merusak lingkungan.

Oleh karena itu, Tim KKN Undip Desa Kalisasak, Kecamatan/Kabupaten Batang Undip mendorong masyarakat setempat tidak memanfaatkan minyak goreng bekas pakai atau jelatah untuk mengolah makanan atau membuang sembarangan.

Rahma Wulan Maulida dari Tim KKN Undip melatih warga Desa Kalisasak melatih memanfaatkan minyak jelatah  menjadi bahan bakar nabati atau biodiesel (biosolar) dengan metode sederhana. Adapun produk biodiesel diuji denganpembakaran sumbu yang sebelumnya dicelupkan pada biodiesel.

Wulan mengatakan penggunaan minyak goreng berulang-ulang akan menyebabkan oksidasi asam lemak tak jenuh dan bisa meracuni tubuh pemicu penyakit seperti diare, timbunan lemak di pembuluh darah, kanker, dan daya cerna rendah lemak.

Sementara jika membuang jelantah secara langsung ke lingkungan menimbulkan pencemaran. Namun warga di Desa Kalisalak di warung-warung makan dan beberapa ibu rumah tangga masih menggunakan minyak jelantah atau membuangnya di saluran air rumah tangga

“Program ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait penerapan pola hidup sehat dan ramah lingkungan yakni dengan mencegah penggunaan minyak goreng yang berulang dan pembuangan limbah minyak goreng di saluran air rumah tangga melalui pemanfaatannya sebagai bahan baku pembuatan biodiesel,” tutur Rosidin,  Kepala Desa Kalisalak.

 “Acara mengedukasi masyarakat yang membuat kami sadar bahaya penggunaan minyak jelantah,’’ tutur Muslimah selaku anggota Kader PKK. Acara yang diselenggarakan di kantor balai desa dan dihadiri oleh 38 Peserta yang berasal dari Kader PKK Desa Kalisalak mendapatkan perhatian dari pemerintah Desa.


(Murdiyat Moko/CN19/SM Network)