• KANAL BERITA

Pemkab Rembang Operasikan Timbangan Tambang di Wonokerto

MULAI DIOPERASIKAN : Timbangan untuk angkutan material tambang di Desa Wonokerto Kecamatan Sale milik Pemkab Rembang, sudah mulai dioperasikan intensif sejak Februari ini. (Foto: suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
MULAI DIOPERASIKAN : Timbangan untuk angkutan material tambang di Desa Wonokerto Kecamatan Sale milik Pemkab Rembang, sudah mulai dioperasikan intensif sejak Februari ini. (Foto: suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Pemkab Rembang kembali mengoperasikan timbangan untuk material tambang di Desa Wonokerto Kecamatan Sale. Timbangan tersebut kembali dioperasikan secara efektif sejak Februari ini.

Sebelumnya, timbangan senilai sekitar Rp 1 miliar itu rusak akibat truk tambang yang melintasinya. Timbangan akhirnya diperbaiki menggunakan anggaran APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 110 juta.

Kepala Bidang Pendapatan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Rembang, M Romli mengungkapkan, dengan kembali beroperasinya timbangan di Wonokerto maka perhitungan material untuk pajak mineral bukan logam menjadi lebih pasti.

Sebelum ini, BPPKAD hanya menggunakan angka perkiraan berdasarkan rata-rata kendaraan yang masuk untuk menentukan pajak perusahaan tambang. Hasilnya, tidak senyata dengan perhitungan penggunakan timbangan.

Romli menyebutkan, saat ini total ada dua timbangan tambang yang dioperasikan di Kecamatan Sale. Selain di Desa Wonokerto, Pemkab juga mengoperasikan sebuah timbangan di Desa Gading.

“Kalau timbangan yang di Gading, rata-rata satu hari bisa dilintasi oleh lebih dari 500 kendaraan tambang. Sedangkan timbangan di Wonokerto, dalam sehari rata-rata dilintasi oleh 200 kendaraan tambang. Dengan sudah beroperasinya dua timbangan, diharapkan bisa memenuhi target pajak mineral bukan logam,” terang Romli.

Menurut Romli, untuk lahan timbangan yang di Wonokerto adalah perjanjian sewa dengan PT PJKA. Sedangkan lahan timbangan di Desa Gading merupakan sewa terhadap aset milik pemerintah desa.

Pihaknya saat ini sedang mewacanakan untuk penambahan setidaknya satu timbangan lagi. Rencananya, timbangan tersebut akan ditempatkan di kawasan Irung Petruk Desa Tahunan. Tujuannya, untuk mengakomodir muatan tambang yang mengarah ke Blora.

“Seumpama wacana itu terwujud, kemungkinan timbangan baru akan dilakukan pada 2020. Untuk lahan akan menyewa tanah milik Perhutani. Kami mendesain seluruh timbangan bisa menahan beban maksimal hingga 35 ton,” tandasnya.


(Ilyas al-Musthofa/CN41/SM Network)