• KANAL BERITA

Kejutan Kue Ulang Tahun dari Santri Putri

KUE ULANG TAHUN : Para santri dan ustadz Pondok Pesantren Putri Darul Amanah Sukorejo, Kendal, meniup lilin 69 Tahun Suara Merdeka sambil menyanyikan lagu ''Happy Birthday'' di ruang redaksi Jalan Pandanaran II No 10 Semarang. (Foto: Dokumentasi)
KUE ULANG TAHUN : Para santri dan ustadz Pondok Pesantren Putri Darul Amanah Sukorejo, Kendal, meniup lilin 69 Tahun Suara Merdeka sambil menyanyikan lagu ''Happy Birthday'' di ruang redaksi Jalan Pandanaran II No 10 Semarang. (Foto: Dokumentasi)

PERHATIAN masyarakat pembaca kepada Suara Merdeka sungguh luar biasa. Salah satu bukti ketika surat kabar ini merayakan HUT Ke-69, Senin (11/2), sebanyak 57 santri putri Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Kendal, diantar ustadz Mohammad Natsir dan Ustadzah Linda Ayu Lutfiyani datang ke kantor redaksi di Jalan Pandanaran II No 10 Semarang.

Mereka tidak hanya mengucapkan selamat ulang tahun, tetapi sekaligus membawa kue tart lengkap dengan lilin dan angka 69. Rombongan diterima Kepala Desk Suara Banyumas Agus Fathuddin Yusuf dan Kepala Desk Solo Metro Sri Syamsiyah LS. Para santri juga membawa oleh-oleh dua dos jambu merah hasil panen santri di sekitar pondok.

''Kami bawakan hadiah jambu merah hasil kebun sendiri. Semoga bisa dinikmati,'' kata Ustadzah Linda Ayu.

Mereka kemudian berkumpul di ruang redaksi dan secara koor menyanyikan lagu ''Happy Birthday''. Para santri meminta Agus Fathuddin dan Sri Syamsiyah untuk meniup lilin. Kemudian satu per satu memberikan ucapan selamat ulang tahun.

''Sungguh kami sangat terharu, terima kasih,'' kata Syamsiyah.

Menurut Ustadz Mohammad Natsir, para santri putri itu tergabung dalam Komunitas Ilmiah dan Sastra Santri Darul Amanah (KISSDA). Di luar kesibukan mengaji dan mendalami ilmu agama, mereka memilih kegiatan ekstra jurnalistik dengan menerbitkan majalah, buletin, dan persiapan mendirikan televisi.

Selain ke Suara Merdeka, para santri mengunjungi studio Radio <I>Dais <P>107,9 FM di lantai dasar Menara Al-Husna Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan Toko Buku Gramedia Semarang.

''Di Radio Dais, para santri berkesempatan siaran langsung dan praktik menjadi penyiar dipandu ibu Eva Winata,'' tutur Natsir.

Membaca Puisi

Di ruang redaksi Suara Merdeka, salah satu santri putri, Wardani, kelas XI Madrasah Aliyah Darul Amanah secara spontanitas membaca puisi tanpa judul, tentang harapan kepada surat kabar itu.

Tiga santri lainnya yakni Latifah Indriyani, Putri Rahmawati, dan Ragil Zahrotussoffa menyampaikan pertanyaan tentang berbagai hal mengenai jurnalistik dan persuratkabaran.

''Dari mana wartawan mendapat informasi sebuah kejadian,'' tanya Latifah.

''Kami biasa mendapat informasi dari masyarakat, dari pejabat, dari humas, dari polisi, dari siapa saja yang sangat peduli dengan informasi,'' tutur Syamsiyah.

Dia mengajak santri untuk terus belajar dengan baik dan mengembangkan minat bakat, terutama  keterampilan menulis. ''Kemampuan menulis harus diasah sejak dini,'' katanya.

Dia menyampaikan terima kasih atas spontanitas kue ulang tahun dan kiriman dua dos jambu merah.


(Agus Fathuddin/CN41/SM Network)