• KANAL BERITA

Sinergitas Membangun Antusiasme Generasi Z

Pelajar SMP 10 Semarang antusias mendengarkan petuah dari motivator di Gedung Penerbit Erlangga Jl Puspowarno Tengah No. 38-40 Semarang, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Pamungkas Suci Ashadi)
Pelajar SMP 10 Semarang antusias mendengarkan petuah dari motivator di Gedung Penerbit Erlangga Jl Puspowarno Tengah No. 38-40 Semarang, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Pamungkas Suci Ashadi)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Motivator Seminar parenting, Eko Seno Martuti, mengajak orang tua dan guru, untuk bersinergi atau bekerja sama dalam upaya membangun antusiasme pada generasi Z atau milenial. Menurut Eko, antusiasame merupakan ungkapan perasaan senang yang biasa muncul dalam diri seseorang. Perasaan senang dapat muncul karena ada dorongan atau motivasi dari seseorang.

Ada pun generasi Z lahir disaat internet sudah menjadi bagian dalam kehidupan manusia. Hal itu, membuat generasi Z sangat mengenal gadget dan internet dengan sangat baik. Mereka tahu cara mengoperasikan berbagai jenis gadget yang ada. Di antaranya ada Smartphone, laptop, tabled dan gadget lainnya yang menjadi suatu kebutuhan yang harus dimiliki bagi generasi Z.

"Tak heran, anak zaman sekarang lebih disibukan dengan bermain gadget. Gadget tidak bisa lepas dari genggaman tangan, baik saat nongkrong, di sekolah, pusat perbelanjaan, tempat kerja, hiburan dan di mana saja berada mereka selalu mengakses internet," ujarnya, saat mengisi seminar parenting SMP 10 Semarang, di Gedung Penerbit Erlangga,  Jl Puspowarno Tengah No 38-40 Semarang, baru-baru ini.

Handphone & Tablet

Perlu diingat, lanjutnya, bahwa generasi Z sangat senang jika diberi penghargaan sekecil apapun. Maka untuk membangun antusiasme pada generasi Z dengan terus mencari dalam diri anak yang dapat memotivasi ke perubahan lebih baik di era digital.

"Apalagi dalam menjelang Ujian Nasional ini, merupakan moment yang tepat untuk memberi penghargaan pada anak. Dengan begitulah mereka akan antusias menghadapi ujian. Kalau mereka berhasil lulus ujian, mereka akan merasa mendapat penghargaan atas usahanya selama ini. Sehingga antusiasme terbangun," imbuhnya.

Dalam seminar parenting itu, Eko memutarkan video Inspiratif berjudul "Facing The Giant". Film tersebut menceritakan seorang pelatih sepak bola menyuruh muridnya untuk melakukan death crawl yaitu berjalan merangkak dengan menggendong seorang teman di punggung. Di antara keduanya terjadi tawar menawar jarak yang di tempuh.

Berdasarkan keputusan, disepakati merangkak 50 meter di lapangan. Namun sang pelatih meminta agar mata ditutup dengan kain saat merangkak dan berpesan agar memberi yang terbaik bukan mengejar jarak. Mulailah murid itu merangkak dengan dengan mata tertutup kain dan menggendong salah satu temannya.

Saat murid kelelahan dan akan menyerah, pelatih terus memberi semangat untuk terus berjuang memberikan yang terbaik. Pada akhirnya tanpa disadari, rangkakan tersebut sampai melampaui target yang ditetapkan.

Eko mengatakan, Film tersebut sebuah analogi untuk membangun nilai dan kebersamaan dalam keluarga, anak dan sekolah. Ketika mereka dapat berjalan bersama dalam menghadapi Ujian Nasional maka akan menghasilkan lebih dari ekspektasi yang diinginkan.

"Artinya mereka memiliki potensi dan ketika potensi itu digali dan dikerjakan bersama maka hasilnya akan lebih dari ekspektasi yang diharapkan," ungkapnya.

Ketua Panitia Seminar Parenting, Nunik M Yusuf, berharap setelah seminar parenting dapat menjadi motivasi bagi orang tua, guru dan murid. Serta bisa saling bersinergi dalam membangun antusias anak untuk menghadapi Ujian Nasional.


(Pamungkas Ashadi/CN40/SM Network)