• KANAL BERITA

Bawaslu DIY Bidik Iklan Caleg di Kendaraan

Foto Istimewa
Foto Istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Peringatan keras bagi para calon legislatif (caleg) yang bakal bertarung pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Pasalnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY tengah membidik para caleg yang melakukan branding di kendaraan-kendaraan, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

"Kalau caleg melakukan seperti itu jelas tidak boleh. Karena dalam aturan disebutkan bahwa peserta pemilu itu partai politik (parpol) dan calon presiden serta cawapres. Bukan caleg," tutur Koordinator Hukum dan Data Informasi Bawaslu DIY, Agus Yasin, Selasa (12/2).

Sebenarnya, kata Agus, berdasarkan aturan itu maka para caleg tidak bermasalah melakukan branding di kendaraan, namun hanya boleh memasang logo partai saja.
"Tidak boleh memasang foto caleg tersebut termasuk nomor urutnya," imbuh dia.

Agus menjelaskan, saat ini Bawaslu DIY masih terus mengidentifikasi caleg-caleg yang membandel dengan membranding di kendaraan. Setelah itu pada pekan ketiga Februari ini, pihaknya akan mulai melakukan penindakan tegas terhadap pelanggaran tersebut.

"Ini terus kami lakukan kajian, setelah itu pekan ketiga bulan ini mulai gerak. Kami kira jumlahnya (caleg) yang membrandingkan diri di kendaraan cukup banyak ya," tutur dia.

Soal banyaknya jumlah caleg yang membrandingkan diri di kendaraan pribadi dan umum terbukti adanya. Agus menyebut hal itu terjadi di Kulonprogo dimana Bawaslu DIY pernah menurunkan atau mencopot Alat Peraga Kampanye (APK) yang ada di mobil dan angkutan umum. Tak tanggung-tanggung, ada sekitar 25 kendaraan, terutama kendaraan umum yang dibranding caleg dan sudah ditertibkan.

"Yang lainnya di Bantul sedang proses upaya menurunkan. Dilakukan di angkutan AKDP (Antarkota dalam Provinsi). Dalam penindakan ini kami tidak sendirian, karena melibatkan DLLAJ (Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan) dan pihak terkait lainnya," papar dia.

Lantas, bagaimana bentuk penindakannya? Agus menjawab karena berupa pelanggaran administrasi, maka penindakan yang dilakukan Bawaslu hanya memberikan peringatan. Meski hanya sebatas penindakan, dia meminta kepada caleg untuk menyelepelakannya. Sebab, perilaku caleg yang patuh terhadap aturannya tentunya akan menjadi pertimbangan calon pemilih untuk memilih caleg tersebut.

"Penindakannya adalah kami surati parpol yang caleg-nya melakukan hal seperti itu. Kami harap memang dipatuhi," tandas Agus. 


(Gading Persada /CN19/SM Network)