• KANAL BERITA

BI Bantu Kembangkan Kopi di Banjarnegara

TANAM KOPI: Kepala Departemen Regional 2 Bank Indonesia Dwi Pranoto bersama sejumlah pejabat BI menanam bibit kopi arabika secara simbolis dalam Kick Off program LED Kopi di Desa Babadan, Kecamatan Pagentan, Senin (11/2). (suaramerdeka.com/Castro Suwito)
TANAM KOPI: Kepala Departemen Regional 2 Bank Indonesia Dwi Pranoto bersama sejumlah pejabat BI menanam bibit kopi arabika secara simbolis dalam Kick Off program LED Kopi di Desa Babadan, Kecamatan Pagentan, Senin (11/2). (suaramerdeka.com/Castro Suwito)

BANJARNEGARA, suaramerdeka.com - Bank Indonesia mencanangkan penanaman 1 juta bibit kopi di wilayah Kabupaten Banjarnegara melalui program produk lokal unggulan atau local economic development (LED). Komoditas kopi dinilai menguntungkan dari sisi ekonomi dan ekologi.

Kepala Departemen Regional 2 Bank Indonesia (BI) Dwi Pranoto mengatakan, topografi wilayah di Banjarnegara sangat bervariasi dengan kontur sebagian besar berbukit dan mempunyai struktur tanah yang labil menyebabkan.

Berdasarkan data dari BPBD Banjarnegara, selama 7 tahun terakhir tercatat 367 kali bencana longsordengan korban jiwa sebanyak 113 orang dan kerugian material hingga mencapai milyaran rupiah.

"70 persen wilayah Banjarnegara rawan longsor dengan kategori rendah hingga tinggi," katanya, saat kick off program LED Kopi di Desa Babadan, Kecamatan Pagentan, Senin (11/2). 

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi latar belakang Kantor Perwakilan BI Purwokerto untuk membantu pengembangan komoditas kopi. Tanaman tersebut dinilai memiliki manfaat ganda, yakni dari segi ekonomi dan ekologi.

Komoditas kopi memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Selain itu, tanaman kopi mempunyai akar tunggang yang kuat sampai kedalaman 3 meter dan akar serabut menyebar hingga 2 meter.

"Sifat ini dapat melindungi dan memegang tanah dari daya erotif," terangnya.

Dwi menyatakan, melalui program ini petani didorong untuk mampu menghasilkan produk bibit berkualitas dengan memfasilitasi kelompok membentuk divisi usaha penangkaran bibit bersertifikat. Bibit tersebut selanjutnya dibagikan kepada kelompok terpilih untuk mencapai target 1 juta pohon kopi.

"Sehingga tercapai tujuan dari LED Kopi sebagaimana tema program ini yaitu Sejuta Pohon Kopi untuk Konservasi dan Peningkatan Ekonomi Petani," tandasnya.

Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas program LED BI yang selama ini dilakukan. Sebelum kopi, juga dikembangkan bawang putih, tepung mocaf, serta potensi lain.

Pihaknya berharap, dengan berbagai fasilitasi dari pemerintah dan non-pemerintah didukung antusiasme petani, maka komoditas kopi akan semakin mensejahterakan masyarakat.

Dikatakan, saat ini total luas tanaman kopi sekitar 2.560 hektare. Tahun depan, Banjarnegara juga mendapatkan program dari Islamic Development Bank untuk program integrasi kopi seluas 35o hektare dan domba batur. Jika 1 juta kopi program LED kopi dari BI sudah tertanam, maka akan ada penambahan areal kopi seluas 700 hektare.

"Jadi, ke depan nama Banjarnegara tidak akan lepas dari kopi," tandasnya. 


(Castro Suwito/CN39/SM Network)