• KANAL BERITA

Suara Merdeka Jadi Sumber Referensi Masyarakat Jawa Tengah

Sinergi Inovasi di Usia 69 Tahun

CEO Suara Merdeka Network, Kukrit SW, menorehkan pesan  “Sinergitas + Kreativitas = Sukses” pada acara tasyakuran HUT ke-69 Suara Merdeka Network di Aula Gombel Golf , Senin (11/2). (Foto: suaramerdeka.com/Maulana M Fahmi)
CEO Suara Merdeka Network, Kukrit SW, menorehkan pesan “Sinergitas + Kreativitas = Sukses” pada acara tasyakuran HUT ke-69 Suara Merdeka Network di Aula Gombel Golf , Senin (11/2). (Foto: suaramerdeka.com/Maulana M Fahmi)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Perusahaan media dengan pangsa pasar terbesar di Jawa Tengah, Suara Merdeka Network, telah menemani masyarakat Jawa Tengah selama 69 tahun. Selama itu pula, Suara Merdeka menjelma menjadi sumber referensi utama bagi masyarakat Jateng dalam memperoleh berbagai informasi.

Bukan hanya koran, masyarakat Jateng bisa memperoleh informasi dengan berbagai cara. Sebut saja kanal Line @suaramerdeka, Suara Merdeka streaming TV, Koran Wawasan, situs daring suaramerdeka.com, aplikasi SMNews, radio, dan lainnya.

Dalam menopang angka baru tersebut, keluarga besar Suara Merdeka Network menggelar tasyakuran di Aula Gombel Golf Jalan Gombel Lama No 90, Tinjomoyo, Banyumanik, Senin (11/2). Hadir dalam tasyakuran ini Komisaris Utama Ir Budi Santoso beserta istri, Sarsa Winiarsih Santoso, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, undangan, dan relasi. Sebelum acara dimulai, jajaran karyawan melakukan sujud syukur dan shalat dhuha dipimpin Dr H Rosihan.

Dalam sambutannya, CEO Suara Merdeka Network, Kukrit Suryo Wicaksono menegaskan, tantangan besar ke depan yang dihadapi Suara Merdeka dan industri lain adalah perubahan gaya hidup dari konvensional ke digital, sehingga perlu adanya inovasi.

"Ke depan akan semakin berkembang tantangannya dan jika ada inovasi baru maka kejayaan ada di tangan," ucapnya.

Karena itu, lanjut Kukrit, sinergitas merupakan kunci utama untuk tetap menjaga eksistensi Suara Merdeka Network. "Tantangan ke depan bukanlah internet atau media online, melainkan smartphone. Bagaimana tidak? Kejadian pagi hari di suatu tempat bisa dengan mudah menyebar ke masyarakat. Sementara media cetak masih harus memproses kejadian tersebut menjadi berita," ujarnya.

Suara Merdeka harus menjadi part of the solution agar bisa menjadi referensi utama masyarakat dalam memperoleh informasi.

"Jadikan angka 69 ini awal untuk lebih merapatkan barisan, menyusun kekuatan, membawa nama Suara Merdeka semakin besar, berkembang dan dekat dengan masyarakat," imbuhnya.

Sudah menjadi tradisi, setiap HUT Suara Merdeka selalu ada momen khusus yakni menulis pesan di sebuah kertas kanvas. Pesan itulah dijadikan motivasi selama setahun berjalan. Tahun ini, Kukrit menuliskan “Sinergitas + Kreativitas = Sukses”.

Kata kunci yang disampaikan dinilai sangat relevan dengan dunia industri saat ini. Perusahaan dituntut bisa beradaptasi dengan percepatan teknologi informasi yang berkembang sedemikian pesat.
Kukrit mengibaratkan Suara Merdeka bak bahtera kapal besar yang melaju di samudera luas. Untuk bertahan dalam mengarungi deras dan besarnya gelombang, dibutuhkan sinergi dan kreativitas antarpersonel.

“Jika bisa sinergi dan kreatif, niscaya bisa mengalahkan dan menaklukkan ombak dan badai yang besar sekalipun,” kata Kukrit.

Dia optimistis. Terlebih banyaknya dukungan dan perhatian dari masyarakat yang peduli dengan Suara Merdeka. Baik dari kalangan akademisi, ulama, pejabat pemerintahan, pengusaha, maupun warga umum.

Suara Merdeka dalam kesempatan ini memberikan apresiasi kepada beberapa karyawan, di antaranya kepada Wakil Pemimpin Redaksi Triyanto Triwikromo dan wartawati Biro Kota Modesta Fiska.

Triyanto diberi penghargaan karena novelnya yang berjudul “Surga Sungsang” belum lama ini diterbirkan ke dalam bahasa Perancis. Kukrit juga mengapresiasi wartawati Biro Kota, Modesta Fiska, yang terpilih sebagai Wartawan Suara Merdeka Berprestasi 2019.


(Cun Cahya, Imam Supriono/CN41/SM Network)