• KANAL BERITA

Penurunan Harga Premium Dinilai Wajar

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah memutuskan menurunkan harga bahan bakar baik non subsidi maupun Premium. Langkah tersebut dinilai wajar di tengah kondisi harga minyak dunia yang memang sedang anjlok.

Meski penurunan Premium tidak signifikan apalagi hanya terjadi di Jawa Madura dan Bali, namun Pertamina menjaminan pasokan ketersediaan Premium. Hal itu ditegaskan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati. Meski memang diakui Nicke, tidak semua SPBU Pertamina menyediakan Premium.

"Kalau seluruh SPBU Pertamina 4.000-an jual Premium kok, 80 persen. Kalau ada kelangkaan nanti kita tindak lanjuti. Nggak ada kebijakan pengurangan dan penghilangan Premium," ujar Nicke, Senin (11/2).

Nicke menjelaskan selama setahun Pertamina mendapatkan kuota untuk menyalurkan Premium sebesar 10,5 juta kiloliter pada 2019 ini. Angka ini sama dengan jumlah kuota pada 2018 lalu. "Kalau memang ada kelangkaan, laporkan saja. Nanti kami siapkan pasokannya," ujar Nicke.

Bagi dunia usaha, penurunan harga BBM dinilai akan berpengaruh. Sebab, dunia usaha sangat terpengaruh jika ada gejolak harga meski hanya Rp 100 per liter.


(RPK/CN41/SM Network)