• KANAL BERITA

Pengemudi Truk Diperkenalkan dengan Mesin Berteknologi Common Rail

BUKA PELATIHAN: Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Cabang Tanjung Emas dan dan perwakilan jajaran PT Astra International Isuzu Majapahit serta perwakilan Pengemudi truk secara seremonial membuka kegiatan pelatihan pengenalan mesin truk berteknologi common rail.  (Foto: suaramerdeka.com/Diaz Abidin)
BUKA PELATIHAN: Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Cabang Tanjung Emas dan dan perwakilan jajaran PT Astra International Isuzu Majapahit serta perwakilan Pengemudi truk secara seremonial membuka kegiatan pelatihan pengenalan mesin truk berteknologi common rail. (Foto: suaramerdeka.com/Diaz Abidin)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebanyak 30 pengemudi truk (driver) di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas diperkenalkan dengan truk berteknologi common rail. Sebuah teknologi baru standar Euro 4 yang lebih ramah lingkungan. Di mana emisi gas buang lebih sedikit dibanding mesin dengan teknologi manual yang lama.

Kegiatan itu diinisiasi oleh Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Cabang Tanjung Emas Semarang dengan menggandeng Isuzu Semarang di dealer PT Astra International Isuzu Majapahit Semarang, Senin (11/2).

Ketua Aptrindo Cabang Tanjung Emas Semarang, Supriyono mengatakan, pengenalan truk bermesin common rail itu guna mempersiapkan dan meningkatkan kemampuan pengemudi dalam berkendara maupun perawatan kendaraan. Utamanya soal keselamatan berkendara serta bagaimana cara menggunakannya agar lebih meminimalisasi biaya.

"Kita tahu betapa pentingnya peran pengemudi untuk urusan logistik. Melalui pelatihan dan pengenalan ini, para pengemudi diharapkan dapat memraktikkan pengetahuannya. Serta menjadi penyambung menularkan ilmu dan pengetahuannya kepada pengemudi lain,” jelasnya.

Supriyono menambahkan, pengenalan truk bermesin common rail mutlak dilakukan. Sebabnya, telah menjadi kebijakan pemerintah agar produsen otomotif membuat teknologi yang ramah lingkungan.

“Sebetulnya yang paling berimbas itu produsen. Lalu pengusaha truk membeli produk-produk baru itu. Nah mau tidak mau, ini yang harus diperkenalkan kepada pengemudi. Kenapa? Karena 90 persen truk dibawa pengemudi, bukan pemilik truk,” bebernya.

Kepala Bengkel Isuzu Semarang, Khumaidi menambahkan, betapa pentingnya pengemudi untuk mengetahui cara mengemudikan dan perawatan truk berteknologi mesin common rail. Karena cepat atau lambat, hijrah truk bermesin manual ke teknologi common rail segera terjadi.

"Sebaiknya para pengemudi mengetahui lebih jauh karakter kendaraan yang digunakannya. Karena tiap merk berbeda-beda mengoperasikannya. Hal ini sangat berkaitan dengan keselamatan serta efisiensi biaya untuk penggunaan teknologi baru tersebut," jelasnya


(Diaz Abidin/CN41/SM Network)