• KANAL BERITA

Ulang Tahun ke-69, Mitra Kerja Suara Merdeka Datangi Biro Solo

 HUT: Kunjungan manajemen Sahid Jaya Hotel di kantor Suara Merdeka biro Solo, Senin (11/2). (Foto: suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)
HUT: Kunjungan manajemen Sahid Jaya Hotel di kantor Suara Merdeka biro Solo, Senin (11/2). (Foto: suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Sejumlah kolega dan mitra kerja datang ke kantor biro Solo untuk memberi ucapan selamat kepada Suara Merdeka yang berulang tahun ke-69 pada 11 Februari ini. Sebut saja Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH), Lorin dan Syariah Hotel Solo, Ataya Hotel, Novotel dan Ibis Stylsh, Solo Paragon Mall, Varuna Entertainment (EC Karaoke), The Sunan Hotel, dan Sahid Jaya Hotel.

Selain memberi ucapan selamat, mereka yang secara bergiliran ditemui kepala biro Setyo Wiyono itu juga memanfaatkan momentum itu untuk mempererat hubungan dan kerja sama, atau sekedar bercengkerama atau berdiskusi.

"KSPH yang berdiri sejak 1977, punya sejarah panjang dengan Kota Solo, dengan Keraton Surakarta. Saya kira, sejak saat itu KSPH juga sudah berlangganan Suara Merdeka," kata general manager (GM) KSPH Sendang Kusumastuti, yang datang paling awal.

Public relations manager Lorin Hotel Dhani Wulandari yang datang bersama tim, juga mengenalkan "PR" baru Syariah Hotel yang masih satu manajemen.

"Kita berharap, kerja sama Lorin dengan Suara Merdeka terus berlanjut. Selamat ulang ke 69," kata Dhani.

Harapan serupa disampaikan Hotel Manager Ataya Supriyono, public relations manager Novotel dan Ibis Stylsh Tiwik Widowati, public relations Solo Paragon Mall Veronica Lahji, supervisor Varuna Entertainment Andit, dan GM Sahid Jaya Hotel Sunardi. "Semoga Suara Merdeka tetap eksis di tengah perubahan zaman," kata Veronica  Lahji.

Sementara itu GM The Sunan Hotel Retno Wulandari lebih banyak berdislusi soal masa depam media konvensional, dalam kunjungan tersebut. Menurut dia, kehadiran media konvensial seperti koran tetap dibutuhkan di tengah menjamurnya media online dan media sosial.

Ia mengatakan, di saat masyarakat jenuh dengan informasi di media sosial yang belakangan penuh dengan boax, masyarakat akan mencari media konvensional, media mainstream yang kredibel, berimbang, dan cover both side.

"Media mainstream seperti koran punya kedalaman materi ketimbang online," katanya.


(Langgeng Widodo/CN41/SM Network)