• KANAL BERITA

Berdalih Pinggang Sakit, Seorang Penumpang TJ Memaki Sopir dan Kondektur

BRT Trans Jateng. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)
BRT Trans Jateng. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Seorang penumpang Bus Rapid Transport (BRT)  Trans Jateng (TJ) memaki-maki sopir dan kondektur, Senin (11/2). Berawal ketika ada seorang penumpang pria yang berusia tua naik dari shelter Ngesrep Barat. Kemudian kodektur meminta seorang penumpang yang tengah duduk, untuk berdiri memberi kesempatan penumpang pria tua yang baru naik untuk duduk.

Namun penumpang pria yang diminta berdiri itu menggerutu awalnya kepada sopir. "Saya naik dari Bawen, sama-sama bayar, kenapa saya disuruh berdiri. Apa-apa an ini!!!?" kata penumpang pria yang diminta berdiri.

"Maaf mas, itu ada penumpang yang lebih tua. Kami beri kesempatan yang tua untuk duduk. Itu sudah aturan di tempat kami," jawab sopir, sembari mengemudi.

Rupanya penumpang pria yang bertato itu tidak terima. Dia menambahi dengan dalih pinggangnya sakit, sehingga enggan untuk berdiri. Bahkan setelah memaki sopir termasuk kondektur, dia berniat menantang berkelahi. Sejumlah penumpang lainnya berupaya melerai dan menenangkan. Namun hasilnya nihil.

Sopir Trans Jateng terpaksa menghentikan BRT di dekat pintu gerbang Akpol, Jalan Sultan Agung Semarang. "Sudah, sekarang bus ini mau lanjut jalan atau berhenti di sini?" tanya sopir kepada penumpang yang membuat onar.

"Dilanjutkan saja, ini kan demi kepentingan penumpang lainnya," jawab penumpang pembuat onar itu.

"Baik, tadi kalau anda mengatakan pinggang sedang sakit dan tidak bisa berdiri, maka kami tidak akan meminta anda untuk berdiri," ujar sopir.

Keributan mereda, sampai penumpang tersebut turun di shelter Stasiun Poncol, Jalan Imam Bonjol Semarang. Konon menurut kondektur yang enggan disebut namanya, penumpang pria itu sudah marah-marah sejak awal perjalanan dari Bawen. Cuma karena dia belum membeli tiket.


(Nugroho Wahyu Utomo/CN40/SM Network)