• KANAL BERITA

Perlu Regulasi Bantuan Rumah Rohoh Warga

Anggota DPRD Kota Tegal, Rachmat Raharjo menunjukkan rumah roboh milik Sri Mumpuni, warga RT 08 RW 06 Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat. (suaramerdeka.com/Wawan Hudiyanto)
Anggota DPRD Kota Tegal, Rachmat Raharjo menunjukkan rumah roboh milik Sri Mumpuni, warga RT 08 RW 06 Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat. (suaramerdeka.com/Wawan Hudiyanto)

TEGAL, suaramerdeka.com – Pemkot Tegal diminta menerbitkan regulasi terkait rumah roboh warga, sehingga Pemkot memiliki dasar kebijakan dalam memberi solusi preventif terhadap rumah warga tidak mampu yang rawan musibah roboh.

Anggota DPRD Kota Tegal, Rachmat Raharjo mengatakan, kejadian rumah roboh yang menimpa rumah Sri Mumpuni, warga RT 08 RW 06 Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat hendaknya menjadikan pelajaran.

"Jangan terjadi lagi, solusi diberikan setelah rumah warga roboh. Pemerintah harus mampu menghadirkan regulasi yang memberi solusi bagi semua keadaan, sehingga masyarakat merasakan pengayoman yang menyeluruh bagi semua persoalan masyarakat," tegasnya.

Menurut dia, dengan peristiwa tersebut dibutuhkan kemampuan pemerintah membuat regulasi sesuai dengan kondisi daerah. Pemkot dan DPRD dituntut berjalan seiring, sehingga mampu menghadirkan kinerja pemerintahan yang memberikan pelayanan terbaik.

Sementara itu, bantuan berupa perbaikan rumah yang roboh, baru-baru ini langsung dilakukan perbaikan. Dalam perbaikan rumah tersebut Pemkot Tegal bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tegal serta Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) membantu perbaikan rumah di Jalan Salak Gang Kates.

Lurah Kraton, Kuat Duryani, menyampaikan bantuan yang diberikan semoga dapat bermanfaat bagi warganya. ‘’Melalui Pemkot Tegal, Baznas dan Lazismu Kota Tegal hari ini perbaikan dapat dilakukan, semoga dapat bermanfaat untuk keluarga Sri Mumpuni agar mendapatkan tempat tinggal yang layak,’’  ujarnya.

Ketua Baznas Kota Tegal, Harun Abdi Manaf menyapaikan, Baznas merupakan mitra pemerintah dan sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang memberikan bantuan kepada masyarakat. Apabila ada hal-hal yang bersifat darurat bisa berkomunikasi dengan Baznas selama memenuhi syarat yang telah ditentukan.

Sedangkan Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tegal, Herlien Tedjoe Oetami mengatakan, Pemkot Tegal mempunyai program bagi masyarakat miskin khususnya rumah yang tidak layak huni. Yakni bantuan dalam bentuk nontunai berupa bahan material senilai Rp 10 juta.


(Wawan Hudiyanto/CN40/SM Network)