• KANAL BERITA

Jokowi: Informasi Positif tentang Pembangunan Jangan Dicap Sebagai Pencitraan

Foto: Pemprov Jateng
Foto: Pemprov Jateng

SURABAYA, suaramerdeka.com - Informasi positif mengenai pembangunan yang disampaikan pemerintah, jangan dicap sebagai kampanye atau pencitraan pemimpin. Justru pemaparan keberhasilan itu menjadi bagian membentuk masyarakat yang sadar informasi.

Hal itu ditegaskan Presiden RI Joko Widodo saat Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2019, di Grand City Convention and Exhibition Surabaya, Sabtu (9/2). Menurutnya, saat pemerintah memaparkan tentang capaian pembangunan, media pun diharapkan menyampaikan capaian yang ada, membangun optimisme, serta mengajak apa yang harus diperjuangkan bersama.

“Kalau pemerintah aktif membangun well info society, jangan terburu-buru dianggap kampanye, pencitraan,” ungkap Jokowi.

Diakui, sejak ekspansi jaringan internet, perkembangan media sosial (medsos) sangat pesat. Akibatnya informasi yang viral di medsos menjadi rujukan masyarakat, bahkan tak jarang menjadi rujukan media konvensional.

Namun, Presiden merasa bahagia karena berdasarkan Edelman Trust Barometer 2018, media konvensional atau media arus utama masih tetap lebih dipercaya dibandingkan medsos, dengan 63 persen.

“Kita lihat, media sangat dibutuhkan. Keberadaan media arus utama dibutuhkan sebagai rumah penjernih informasi, menyajikan informasi terverifikasi, menjadikan peran sebagai communication advisor dan harapan besar pada Bangsa Indonesia. Media sangat penting dalam mengamplifikasi kebenaran dan menyingkap fakta,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Jokowi mengajak insan pers untuk meneguhkan jatidiri sebagai sumber informasi akurat bagi masyarakat, mengedukasi masyarakat. Dia terbuka jika pers tetap melakukan kontrol sosial dan terus memberikan kritik yang konstruktif.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menyampaikan, jelang pemilihan umum, masyarakat pers nasional Indonesia akan mendukung calon Presiden, Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi maupun Kabupaten/ Kota yang memiliki komitmen sungguh-sungguh dalam mendukung kelembagaan dan penguatan pers, menghindari segala bebtuk kriminalisasi, kekerasan dan sensor terhadap pers dan wartawan, mendorong terbentuknya peraturan yang mendukung pers nasional di tengah penetrasi perusahaan medsos, mesin pencari, agregator berita, e-commerce global yang semakin dominan dan menggerogoti daya pers.

“Selain itu juga peduli terhadap peningkatan profesionalisme pers, kesejahteraan wartawan dengan mencanangkan pendidikan, pelatihan, serta upaya peningkatan kesejahteraan wartawan terhadap insan pers,” sorotnya.

Kendati begitu, Yosep menegaskan, pada pesta demokrasi mendatang, insan pers akan terus menjaga kerukunan bangsa, menciptakan iklim kondusif, aman, dan berkualitas. Mereka akan terus menghindari hoaks dan berita yang mengganggu ketentraman, serta memeriahkan pesta demokrasi. Profesionalisme media juga akan terus dijunjung.


(Pemprov Jateng/CN41/SM Network)