• KANAL BERITA

Anggaran BPBD Minim, Stok Logistik Terbatas

Petugas BPBD Jepara menyalurkan karung sak kepada Pemerintah Kecamatan Mlonggo untuk menanggilangi tanggul jebol, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/dok)
Petugas BPBD Jepara menyalurkan karung sak kepada Pemerintah Kecamatan Mlonggo untuk menanggilangi tanggul jebol, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/dok)

JEPARA. suaramerdeka.com - Anggaran kebencanaan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara terkuras bulan ini menyusul meningkatnya intensitas bencana sepanjang Januari  dan sejumlah musibah yang ditangani BPBD.

Kepala Pelaksana BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mencatat Januari ini ada 61 bencana dan musibah. Dari jumlah itu, 36 di antaranya bencana alam, baik tanah longsor, banjir mau pun angin besar.

Kondisi ini menyulitkan BPBD, karena anggaran bencana tidak seimbang dengan peristiwa yang ditangani petugas BPBD Jepara.

‘’Stok logistik kita sudah menipis. Sudah disalurkan kepada masyarakat yang terkena bencana dan musibah di bulan ini. Jika dihitung tidak akan cukup untuk sepanjang tahun ini,’’ katanya.

Untuk logistik pangan stok beras kosong. Sisa dari tahun lalu sejumlah 25 kilogram sudah disalurkan. Sementara untuk pengadaan dari APBD 2019 tidak tersedia. Untuk mie instan sejumlah 90 kardus dari belanja tahun ini ditambah satu kardus sisa tahun lalu saat ini tinggal tersisa 13 kardus.

aneka beras

selimut

Farmasi & Suplemen Kesehatan

Sementara air mineral stok 40 kardus tahun ini, 32 kardus dari sisa tahun lalu saat ini tinggal 22 kardus. Susu 108 sachet dari sisa tahun lalu seluruhnya sudah habis. Demikian pula dengan lauk instan (sarden kaleng) yang berjumlah sembilan kaleng juga sudah habis.

‘’Kebutuhan lain seperti makanan dan susu balita juga sudah menipis. Selain sudah disalurkan, stoknya memang minim,’’ katanya.

Sementara untuk logistik nonpangan yang keseluruhan merupakan sisa tahun lalu juga sudah banyak disalurkan. Beronjong untuk penanganan longsor saat ini sudah habis. Sementara karung sak saat ini hanya tersisa 5.500 lembar.

Sepanjang Januari ini, BPBD sudah menjalurkan sebanyak 6.300 buah. Untuk selimut sudah disalurkan 67 buah dan tinggal tersisa 54 buah. Perlengkapan keluarga (family kit) saat ini tinggal belasan paket.

Untuk mengatasi kekurangan logistik jika terjadi bencana atau musibah, Arwin mengatakan, akan meminta bantuan dari BPBD Provinsi Jateng. Potensi kekurangan logistik baik pangan atau non pangan besar lantaran saat ini potensi bencana di Jepara masih tinggi.

Arwin menambahkan, tidak hanya logistik yang menipis. Anggaran untuk operasional tim reaksi cepat (TRC) BPBD juga menipis. Anggaran Rp 38,1 juta untuk satu tahun saat ini tersisa Rp 4,5 juta lebih.

Padahal fungsi TRC yang bergerak paling awal saat menerima informasi bencana atau musibah. TRC bertugas mengecek kondisi di lapangan, memberikan penanganan awal, dan melakukan pendataan. Hasil pengecekan ini penting untuk menentukan jenis tindak lanjut yang bakal dilaporkan.

‘’Tak semua laporan soal bencana atau musibah yang masuk sudah lengkap. Kadang hanya sekadar informasi mentah saja,’’ kata Arwin.


(Adi Purnomo/CN40/SM Network)