• KANAL BERITA

Anjungan Dermaga Wisata Pantai Widuri Roboh Lagi

Kondisi anjungan dermaga objek wisata Pantai Widuri lagi, Jumat (25/1).(suaramerdeka.com/Saiful Bachri)
Kondisi anjungan dermaga objek wisata Pantai Widuri lagi, Jumat (25/1).(suaramerdeka.com/Saiful Bachri)

PEMALANG, suaramerdeka.com - Anjungan dermaga wisata Pantai Widuri roboh lagi, Jumat (25/1), saat tim penanggulangan bencana seperti SAR dan polisi tengah menyelamatkan dua nelayan dan perahunya yang terseret ombak.

hotel

Anjungan tersebut sebenarnya sudah ditutup lantaran membahayakan. Namun pada Jumat (25/1), dibuka saat tim SAR berupaya menyelematkan nelayan Tegal berikut perahunya yang diterhang ombak besar.

"Ketika mereka sedang menarik perahu itu tiba-tiba dermaga roboh tak kuat menahan beban. Mereka pun berjatuhan ke pantai tapi hanya menderita luka kecil saja," kata Solechah, Minggu (27/1).

Kondisi fisik anjungan rawan rusak lantaran sudah berumur dan faktor cuaca ekstrem, sehingga beberapa kali roboh.

Sebelumnya bangunan yang menjorok ke laut itu roboh akibat cuaca berupa ombak besar, namun pada Jumat (25) roboh lagi karena tak kuat menahan beban orang banyak.

Kepala Disparpora, Sapardi, melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Widuri, Dedi Sarwoaji, membenarkan bangunan dermaga tersebut roboh tak kuat menahan beban. Roboh bukan karena ombak besar, namun saat tim menyelematkan perahu nelayan.

Menurutnya, saat itu ada dua nelayan asal Tegal dengan perahunya terseret ombak besar ke daratan Pantai Widuri. Mereka kemudian ditolong beramai-ramai ditarik dengan tambang dari atas anjungan.

Anjungan dermaga roboh tidak kuat menahan beban saat menarik kapal. Sedangkan kedua nelayan berhasil diselamatkan.

Dia mengakui fisik bangunan sudah tua. Sebenarnya selama ini dermaga sudah ditutup untuk umum. Namun karena dipergunakan untuk menyelamatkan dua orang nelayan dan perahunya, pihaknya mengizinkan.

Menurut Dedi lantaran roboh untuk menolong nelayan, pihaknya dipermasalahkannya. Selanjutnya fisik bangunan akan dibiarkan seperti itu terlebih sambil sambil menunggu pelaksanaan perbaikannya.


(Saiful Bachri/CN40/SM Network)