• KANAL BERITA

Sejumlah Pedagang Pindah Mendekati Deadline

Satpol PP menyiapkan mobil untuk membantu pedagang pindah dari Pasar Induk Blora ke Pasar Rakyat Blora Sido Makmur, Kamis (24/1). (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)
Satpol PP menyiapkan mobil untuk membantu pedagang pindah dari Pasar Induk Blora ke Pasar Rakyat Blora Sido Makmur, Kamis (24/1). (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com - Pedagang Pasar Induk Blora mulai mempersiapkan pindah ke Pasar Rakyat Blora Sido Makmur, lantaran batas waktu tinggal satu pekan lagi. Namun tidak sedikit mereka bermalas-malasan, enggan pindah dan menunggu hingga batas akhir pada 31 Januari.

Padahal Satpol PP menyiapkan dua kendaraan operasional gratis untuk membantu pindah pedagang. Kendaraan tersebut bisa dimanfaatkan oleh para pedagang untuk mengangkut barang dan peralatan berdagang dari pasar lama ke pasar yang baru yang berjarak sekitar dua kilometer.

‘’Mulai Rabu kemarin hingga Kamis (31/1), kami menyiapkan dua mobil dan siaga di pasar lama. Mobil itu tersebut dipakai untuk membantu pedagang yang hendak memindahkan barang-barangnya,’’ ujar Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Blora, Suripto, Kamis (24/1).

Dia menegaskan, pihaknya menggratiskan pengangkutan barang-barang tersebut. Satpol PP menyediakan mobil, sopir dan bahan bakar minyak (BBM). Sedangkan tenaga kerja dari para pedagang.

‘’Antusiasme pedagang tinggi. Namun demi kelancaran dan pemerataan pelayanan akhirnya mengantre,’’ kata Suripto.

Selain menyiapkan bantuan, kata Suripno, pihaknya memberikan imbauan kepada pedagang untuk segera pindah. Imbauan tersebut disampaikan setiap hari sebagai pengingat agar pedagang mulai mengemasi barang-barangnya.

Tak hanya pedagang Pasar Induk Blora, pedagang di sejumlah pasar di sekitar pasar induk diharuskan pindah pula ke Pasar Rakyat Blora Sido Makmur.

Pasar baru di tepi jalan Blora-Randublatung di kawasan Gabus, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora itu diklaim mampu menampung ribuan pedagang. Pedagang yang diharuskan pindah di antaranya pedagang Pasar Kaliwangan, Pasar Rel Ban, pedagang di Jalan Sumodarsono dan pedagang di Jalan Mr Iskandar.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Induk Blora, Tarwa Saladin menuturkan, sebagian besar pedagang memilih menunggu hingga batas akhir pindah, 31 Januari. Selain karena masih banyak pembeli yang berbelanja di Pasar Induk Blora, para pedagang terlebih dahulu harus memperbaiki kios di pasar baru.

‘’Jaringan listrik di pasar yang baru memang sudah tersedia. Namun untuk bisa menggunakannya, kami harus memasang meteran dengan biaya sendiri. Dan itu perlu persiapan, sehingga tidak serta merta kiosnya bisa langsung ditempati,’’ kata Saladin.

Pasar Rakyat Blora Sido Makmur diresmikan Bupati Djoko Nugroho, Sabtu (5/1). Pembangunan pasar tersebut dilakukan bertahap selama tiga tahun sejak 2016 hingga 2018. Pasar dibangun di lahan seluas 4,4 hektare dengan menghabiskan anggaran Rp 52,7 miliar.

Pasar terdiri dari 1.924 kios dan los di tiga blok, yakni Blok A, B dan C. Semula pedagang pasar induk Blora menolak pindah, namun setelah tarik ulur dan berdialog, akhirnya pedagang pasar induk bersedia pindah.


(Abdul Muiz/CN40/SM Network)