• KANAL BERITA

Kapal Tongkang Berbulan-bulan Sandar di Perairan Batang

Hingga Kini Belum Dievakuasi

Kapal tongkang yang sandar hingga berbulan-bulan di perairan pelabuhan Batang. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)
Kapal tongkang yang sandar hingga berbulan-bulan di perairan pelabuhan Batang. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)

BATANG, suaramerdeka.com – Sebuah kapal tongkang dengan bobot 2.888 GT, bermuatan batu split, sudah berbulan-bulan sandar di perairan pelabuhan Batang, dan hingga kini belum dievakuasi.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun suaramerdeka.com, kapal tongkang tersebut berangkat dari pelabuhan Bojonegoro Jawa-Timur sejak Mei 2018, dengan tujuan Kuala Pembuang, Provinsi Kalimantan Tengah.

Namun ketika memasuki perairan Batang, kapal tunda (tugboat) yang menarik tongkang mengalami kerusakan mesin. Sehingga pihak nakoda meminta izin untuk merapat ke pelabuhan Batang. Kapal tongkang lalu disandarkan sekitar 250 meter dari bibir pantai. Sedangkan kapal tunda yang mengalami kerusakan mesin dibawa ke pelabuhan Pekalongan untuk diperbaiki.

Menurut petugas Kesyahbandaran Batang, Sumidi, kepada suaramerdeka.com, Kamis (24/1) mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat teguran kepada pemilik kapal yakni PT Mitra Lautan Makmur, juga perwakilan agen yang mengatur perjalanan kapal, yaitu PT Serunting Sriwijaya yang berkedudukan di Batang mau pun pemilik muatan, PT Sarana Persada.

“Surat teguran yang kami sampaikan antara lain meminta agar kapal tunda yang berada di perairan pelabuhan Batang segera dievakuasi,” kata Sumidi.

Dikatakan, pihak pemilik kapal, PT Mitra Lautan Makmur, maupun kedua partner kerjanya, yaitu PT Serunting Sriwijaya mau pun PT Sarana Persada selaku pemilik muatan bernjanji akan segera mengevakuasi kapal tunda yang merapat di perairan pelabuhan Batang hingga berbulan-bulan itu.

“Mereka sanggup akan mengevakuasi kapal tongkang pada bulan Agustus 2018. Namun kenyataannya hingga kini tidak tidak laksanakan. Masalahnya, kapal tunda atau tugboat yang mengalami kerusakan mesin, belum juga selesai diperbaiki,” terang Sumidi.

Ia menambahkan, keberadaan kapal tongkang yang sandar di perairan pelabuhan Batang, selama ini tidak mengganggu lalu lintas pelayaran kapal nelayan.

“Posisi kapal tunda yang sandar berada di luar muara pelabuhan, dan berada pada jarak sekitar 250 meter dari bibir pantai. Sehingga tidak mengganggu alur lalu-lintas kapal nelayan,”imbuh Sumidi.


(Kasirin Umar/CN40/SM Network)