• KANAL BERITA

Polres Bantul Ringkus Tiga Pengedar Barang Haram

foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

BANTUL, suaramerdeka.com - Tim Satuan Narkoba (Sat Nar) Polres Bantul, berhasil meringkus tiga orang pengedar ganja dan obat-obatan psikotropika. Ketiga tersangka tersebut, adalah GP diringkus di Desa Sriharjo, Imogiri, NP ditangkap di Pasar Niten, dan AP warga Lampung ditangkap di Banguntapan, Bantul.

Ketiga pengedar barang haram tersebut, hingga kemarin masih dimintai keterangan petugas. ''Ketiganya masih kita mintai keterangan,'' kata Kasat Narkoba Polres Bantul, AKP Andhyka Donny, kepada wartawan di Mapolres Bantul, Kamis (24/1).

''Ketiganya sudah kami sanggong cukup lama,'' imbuhnya.  

Lebih lanjut Andhyka Donny menerangkan, ketiga pengedar barang haram ini ditangkap terpisah oleh jajarannya dalam rentan tujuh hari. ''Penangkapan pertama pada Minggu (6/1) di Desa Sriharjo, Imogiri, dengan tersangka berinial GP yang kedapatan membawa 480 butir obat-obatan terlarang jenis Trihexyphenidyl yang dikemas menjadi 48 paket,'' jelasnya.

Sedangkan penangkapan kedua pada hari Kamis (10/1) malam di kawasan Pasar Niten, Sewon, Kabupaten Bantul. Polisi mengamankan NP yang terlihat mencurigakan dan diketemukan sebanyak 20 butir tablet Alprazolam dan 100 butir Trihexyphenidyl.

Kemudian dari pemeriksaan petugas, akhirnya Polisi kembali mendapatkan 6000 butir Trihexyphenidyl dalam kemasan di kediaman NP di Dusun Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Menurut pengakuan tersangka, barang laknat ini didatangkan dari Jakarta melalui pengiriman ekspedisi.

Selanjutnya pada hari Minggu (12/1) di Banguntapan, petugas berhasil mengamankan AP asal Lampung. Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan ganja siap edar dan biji ganja dengan total berat 10,28 gram serta uang tunai Rp 300 ribu.

Di hadapan petugas, tersangka mengaku, bahwa ganja dan obat-obatan tersebut ditawarkan ke pembeli yang kebanyakan kalangan anak muda putus sekolah melalui aplikasi media social (medsos) dan aplikasi percakapan.  

''Khusus obat-obat psikotropika kedua tersangka menjual paket berbeda. NP menjual satu paket Trihexyphenidy berisi 100 butir senilai Rp300 ribu dan GP dengan paketan isi 10 butir senilai Rp35 ribu,'' ujar AKP Andhyka.

AKP Andhyka mensinyalir, bahwa dengan efek membuat rileks dan menambah semangat kerja, kebanyakan konsumen obat-obatan psikotropika ini adalah remaja-remaja yang kerap melakukan kejahatan curas jalanan.

Ddengan penangkapan ini, diharapan mampu memimalisir kejadian curas di Bantul dan sekitarnya. Bagi pengedar obat-obatan psikotropika sesuai pasal 62 UU Psikotropika paling lama lima tahun dan pasal 196 UU kesehatan pidana 10 tahun penjara.

Sedangkan AP yang mengedarkan ganja terancam minimal empat tahun penjara sesuai pasal 111 UU Narkotika. Saat diperiksa petugas, ketiganya hanya bisa menunduk malu. Petugas berharap dengan penangkapan ini, mereka bisa jera dan kampok tidak mau mengulangi perbuatannya lagi.


(Sugiarto/CN40/SM Network)