• KANAL BERITA

Pelaksanaan Solo Great Sale Bakal Lancar Meski Kurang Gaung

RAPAT PANITIA : Rapat panitia SGS di kantor Kadin Surakarta, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/ Langgeng Widodo)
RAPAT PANITIA : Rapat panitia SGS di kantor Kadin Surakarta, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/ Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Pelaksanaan Solo Great Sale (SGS) tahun ini tampaknya lebih sederhana dan biasa-biasa saja, jika dibanding dengan event sejenis tahun-tahun sebelumnya. Bahkan cenderung kurang greget kalau dilihat dari persiapan, promosi dan rencana seremoni.

Untuk SGS kelima tahun ini, tidak ada launching tapi hanya promo di car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi Solo yang dijadwalkan Minggu (27/1). Padahal tahun-tahun sebelumnya, SGS di-launching di Jakarta, di kantor Kementerian Pariwisata dan menghadirkan menteri atau pejabat setingkat dirjen.

Kemudian SGS yang dimulai 1 Februari itu dibuka Gubernur Jateng di CFD dan menghadirkan sejumlah pejabat kementerian terkait serta pelaku usaha Solo dengan acara seremonial sangat meriah. Tapi untuk SGS kali ini rencana pembukaan dilakukan sederhana di balai kota oleh wali kota, 31 Januari.

Promosi pun demikian. Jika tahun lalu tiap tenant (peserta) yang jumlahnya ribuan memasang spanduk atau MMT promosi, kini sulit ditemui. Bahkan di pasar tradisional yang ikut great sale juga nyaris tidak ada promosi.

Promosi hanya terlihat pada sejumlah titik reklame milik Pemkot yang diberikan cuma-cuma pada panitia. Panitia juga sudah tidak kober roadshow ke berbagai daerah untuk promosi SGS, guna mengundang pembeli, sama seperti tahun sebelumnya.

Panitia berdalih, mepetnya persiapan dan pembentukan panitia menjadi salah satu alasan persoalan muncul. "Bulan Oktober biasanya kita sudah membentuk panitia SGS dan mulai bergerak. Tapi tahun ini, bulan November saja kita masih disibukan dengan Rapimnas Kadin, sehingga persiapan mepet," kata David R Wijaya, wakil ketua Kadin Surakarta sekaligus wakil ketua panitia SGS, baru-baru ini.

Meski persiapan minimalis, namum semua pihak berharap Solo Great Sale kelima tahun ini bisa berjalan lancar seperti tahun-tahun sebelumnya.

Apalagi sekitar lima ribu tenant (peserta) great sale sudah ada di data base panitia. Sehingga panitia tinggal konfirmasi pada tenant bersangkutan, apakah mau ikut lagi SGS atau tidak. Kalau pun manambah tenant baru lagi sesuai target menjadi sekitar 6.000 peserta, panitia tinggal mencatat.

Banyak pedagang pasar tradisional juga ingin ikut great sale, sehingga mempermudah dalam pencatatan. Demikian pula dengan pembuatan kartu SGS bagi konsumen atau pengguna, panitia juga tidak terlalu repot. Sebab, kartu lama yang jumlahnya puluhan ribu masih bisa digunakan, sehingga cukup menambah sejumlah kartu untuk pengguna atau konsumen baru.

Rasakan sensasi belanja online terlengkap & terpercaya dengan promo menarik

"Untuk hadiah tidak jadi masalah, tahun ini hadiah utama tetap sebuah mobil dan satu unit mobil serta hadiah-hadiah lainnya. Bahkan, hadiah rumah disediakan untuk tiap SGS digelar hingga tiga tahun mendatang," kata Gareng S Haryanto, ketua Kadin Surakarta sekaligus penanggumg jawab kaegiatan.

Salah seorang peserta SGS mengatakan, dengan minimnya promosi tentu akan berdampak pada out put great sale. Meski SGS ini adalah event rutin dan sudah empat kali digelar, tentu saja masih ada masyarakat atau konsumen yang lupa atau tidak tahu, sehingga perlu diberi tahu lewat promosi.

"Mudah-mudahan kekhawatiran saya ini tidak terjadi dan SGS berjalan lancar seperti diharapkan. Semua target tercapai, baik target transaksi, target peserta, maupun kunjungan wisata. Terutama target menumbuhkan perekonomian Kota Solo," kata dia.


(Langgeng Widodo/CN33/SM Network)

Loading...
Komentar