• KANAL BERITA

Soal Tabloid Indonesia Barokah, Bawaslu Tidak Memiliki Kewenangan Menyita dan Merampas

AMATI SAMPUL:  Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, M Talkhis mengamati sampul tabloid Indonesia Barokah yang dikirim ke beberapa masjid melalui jasa pengiriman. (Foto: suaramerdeka.com/Ranin Agung)
AMATI SAMPUL: Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, M Talkhis mengamati sampul tabloid Indonesia Barokah yang dikirim ke beberapa masjid melalui jasa pengiriman. (Foto: suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramrdeka.com - Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, M Talkhis menandaskan, bila pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk menyita bahkan merampas lembaran yang diduga Tabloid Indonesia Barokah. Menindaklanjuti perintah Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, ia kemudian memerintahkan pengawas tingkat kecamatan untuk mengecek wilayahnya.

Dari data petugas pengawas diketahui bila tabloid dengan tebal 16 halaman itu sudah tersebar pada beberapa masjid di tujuh kecamatan. Meliputi Kecamatan Ungaran Barat, Bandungan, Banyubiru, Pringapus, Ungaran, Suruh, dan Kecamatan Bawen.

“Kita pun harus memahami kerja jasa pengiriman, artinya pesan dari pengirim memang harus sampai tujuan. Tetapi jika jasa pengiriman tadi memiliki kebijakan sendiri, ya itu jadi kewenangan mereka,” katanya, Rabu (23/1).

Berbicara lokasi tujuan pengiriman paket berisi dua hingga enam ekslempar tabloid, dirinya menyebutkan rata-rata memang yang dituju adalah masjid. Ketika terdeteksi sudah sampai di masjid, maka Bawaslu akan berkoordinasi dengan para takmir.

“Termasuk menanyakan, kira-kira sikap takmir masjid akan seperti apa? Data itulah yang kita laporkan ke Bawaslu Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.

Dari beberapa tahapan tadi, selanjutnya, Bawaslu RI secepatnya hendak menganalisis darimana penyebaran tabloid yang redaksinya beralamat di Jalan Haji Kerenkemi, Rawa Bacang, Jati Rahayu, Pondok Melati, Bekasi itu.

“Dari kontennya, kami belum membacanya detil. Total jumlahnya berapa ekslempar, paling tidak kami baru dapat besok,” terangnya.

Apabila berbicara siapa yang mengirim, Talkhis menduga, pengirim memang mengetahui data masjid seluruh Indonesia. Namun demikian, dia tidak ingin mengira-ira lebih jauh karena lebih menyerahkan laporan temuan ini ke Bawaslu Provinsi Jawa Tengah.

“Kami sudah bergerak mencari informasi sejak dua hari yang lalu. Perintah selanjutnya seperti apa, pasti akan kami lakukan,” tukasnya.


(Ranin Agung/CN41/SM Network)