• KANAL BERITA

Jam'iyyah Nurul Aqwa Diajak Teladani Sosok Robi'ah Al Adawiyyah

SAMPAIKAN CERAMAH: Pengasuh Jam'iyyah Nurul Aqwa Kiai Abi Nur Muhammad Izzudin As Sulaiman menyampaikan cemarah saat Khaul Sayyidatina Robi'ah Al Adawiyyah di halaman kediaman KRT Darori Wonodipuro, Petanahan, Kebumen, Selasa (22/1) malam. (Foto: suaramerdeka.com/Supriyanto)
SAMPAIKAN CERAMAH: Pengasuh Jam'iyyah Nurul Aqwa Kiai Abi Nur Muhammad Izzudin As Sulaiman menyampaikan cemarah saat Khaul Sayyidatina Robi'ah Al Adawiyyah di halaman kediaman KRT Darori Wonodipuro, Petanahan, Kebumen, Selasa (22/1) malam. (Foto: suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Jam'iyyah Nurul Aqwa Kebumen menggelar peringatan khaul Sayyidatina Robi'ah Al Adawiyyah di halaman kediaman Anggota Komisi IV DPR RI KRT Darori Wonodipuro, Petanahan, Kebumen, Selasa (22/1) malam. Ribuan jamaah dari Kebumen, Cilacap, Purbalingga dan Wonosobo hadir dalam khotmil Quran, mujahadah dan pengajian tersebut.

Hadir secara pribadi KRT Darori Wonodipuro bersama putranya dr Sylva Taruli Sakti Anggatri, dan pengasuh Jam'iyyah Nurul Aqwa Kiai Abi Nur Muhammad Izzudin As Sulaiman, Kiai Ahmad Sujito. Selain itu hadir pula pengasuh pondok pesantren At-Taujieh Al-Islamy Leler, Banyumas KH Zuhrul Anam.

Kendati hujan menerpa sekitar Petanahan, tidak menyurutkan para jamiyah untuk berduyun-duyun mendatangi lokasi acara yang berada di selatan Pasar Petanahan tersebut. Selain pengajian, acara dimeriakan dengan hiburan grup hadroh Khusnul Hidayah dari Desa Kemangguan, Kecamatan Alian, Kebumen.

KRT Darori Wonodipuro dalam sambutannya mengatakan bahwa merupakan sebuah kehormatan kediamannnya menjadi lokasi acara khaul tokoh yang mulia. Rabiah Al-Adawiyah atau Rabiatul Adawiyah merupakan salah satu wanita yang termasyhur pada zamannya. Rabiatul Adawiyah menganut ajaran zuhud dengan falsafah hubb (cinta) dan syauq (rindu) kepada Allah SWT.  Cinta Rabiah tidak bisa disebut sebagai cinta yang mengharap balasan, namun sebuah ketulusanmu.

"Harapannya, para jamaah meneladani sosok  Robi'ah Al Adawiyyah," ujar Darori Wonodipuro.

Sufi Wanita

Rabi'ah Al-Adawiyah lahir dari keluarga miskin di Basrah, Iraq pada 95 H (731 M). Kedua orang tuanya meninggal ketika dia masih kecil. Keluarganya hidup dengan penuh taqwa dan iman kepada Allah SWT, tidak berhenti melakukan dzikir dan beribadah melaksanakan ajaran-ajaran Islam.

Dia kemudian menjalani kehidupan sufi dengan beribadah dan merenungi hakikat hidup. Tidak ada sesuatu pun yang memalingkan hidupnya dari mengingat Allah. Rabiah Al-Adawiyah wafat tahun 185 H (801 M). Sampai akhir hayatnya dia terus bermunajat kepada Allah SWT.

Adapun doa Rabiah Al-Adawiyah yang banyak memberi inspirasi, antara lain berbunyi, "Jika aku menyembah-Mu karena takut neraka, maka masukanlah aku di dalamnya! Dan jika aku menyembah-Mu karena menginginkan surga-Mu, maka haramkanlah aku padanya! akan tetapi, jika aku menyembah-Mu karena kecintaanku kepada-Mu maka berikanlah aku kesempatan untuk melihat wajah-Mu yang Mahabesar dan Mahamulia itu!"


(Supriyanto/CN41/SM Network)