• KANAL BERITA

Belum Setahun Diresmikan, Atap Pasar Wonokerto Ambrol

AMBROL: Atap teras di sisi bagian barat Pasar Wonokerto Kecamatan Sale, nyaris seluruhnya ambrol pada Selasa (22/1) petang kemarin, diduga akibat angin kencang dan kontruksi pemasangan yang kurang kuat. (Foto: suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
AMBROL: Atap teras di sisi bagian barat Pasar Wonokerto Kecamatan Sale, nyaris seluruhnya ambrol pada Selasa (22/1) petang kemarin, diduga akibat angin kencang dan kontruksi pemasangan yang kurang kuat. (Foto: suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Atap teras di sisi bagian barat Pasar Wonokerto Kecamatan Sale ambrol, Selasa (22/1) petang. Nyaris seluruh atap tersebut jatuh, dan hanya menyisakan beberapa meter saja yang masih terpasang.

Ambrolnya atap pasar tersebut cukup disayangkan. Pasalnya, pasar yang dibangun dengan dana APBN senilai sekitar Rp 4,6 miliar itu belum setahun ini diresmikan. Pasar harian itu diresmikan oleh Bupati Abdul Hafidz pada pekan pertama Juni 2018 lalu.

Rabu (23/1) siang sekitar pukul 11.00, giliran atap pada teras pasar di sisi utara juga ikut ambrol. Sekilas, terkesan ambrolnya atap itu lantaran penyangga yang dipasang tidak kuat menahan atap yang sekilas seperti terbuat dari bahan gavalum.

Kades Wonokerto, Eko Cahyono mengatakan, menerima informasi perihal adanya atap pasar yang ambrol pada Selasa malam. Selanjutnya, ia menyampaikan insiden tersebut Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop).

Menurut Eko, ambrolnya atap di sisi barat terjadi ketika hujan deras mengguyur Wonokerto. Diperkirakan atap tersebut ambrol sekitar pukul 17.30. Sehingga, ia menduga atap pasar ambrol lantaran terkena hembusan angin kencang.

“Rabu siang, saya kembali dapat laporan atap teras di sisi utara juga roboh. Tetapi saya belum mengecek seberapa parah kerusakannya. Pohon di depan pasar juga ada yang roboh. Dinperindagkop sepertinya sudah cek lokasi,” terang Eko.

Seorang warga Sale, Zamroni yang mengecek langsung ke lokasi menduga, ambrolnya atap terjadi karena sistem kontruksi pada bangunan pasar kurang memadai. “Kalau disebabkan angin kencang, nyatanya yang ambrol hanya atap yang bawah. Menurut saya, sistem pemasangannya kurang. Beban yang disangga besar, tetapi pakunya kecil,” katanya.

Kabid Bina Pasar Dinperindagkop Rembang, Insnan Suprayogi saat dikonfirmasi tidak memberikan banyak keterangan. Ia hanya berujar, akan membuat laporan ke Bupati Rembang, karena sudah tidak masuk masa pemeliharaan lagi.


(Ilyas al-Musthofa/CN41/SM Network)