• KANAL BERITA

Pemkab Dorong Regenerasi Pelaku Kesenian

Bupati Semarang, Mundjirin, menyampaikan beberapa pesan kepada pelaku kesenian penerima dana hibah di Aula Kecamatan Bergas, Selasa (22/1). (suaramerdeka.com/dok)
Bupati Semarang, Mundjirin, menyampaikan beberapa pesan kepada pelaku kesenian penerima dana hibah di Aula Kecamatan Bergas, Selasa (22/1). (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemkab Semarang terus mendorong para pemangku kepentingan untuk menjalankan regenerasi pelaku kesenian tradisional. Pernyataan itu disampaikan Bupati Semarang, Mundjirin, ketika menghadiri Sosialisasi Penyaluran Dana Hibah untuk Kelompok Kesenian di Aula Kantor Kecamatan Bergas, Selasa (22/1). Menurutnya, di Kabupaten Semarang banyak kesenian yang sudah jarang dipentaskan.

“Sebut saja Kesenian Rodhat atau Kesenian Kuntulan yang sebagian penarinya sudah lanjut usia. Agar tetap lestari, maka regenerasi perlu dilakukan,” kata Bupati Mundjirin.

Sebagaimana diketahui, sejak 2017 kemarin Pemkab Semarang telah mengalokasikan bantuan hibah untuk kelompok kesenian. Salah satu tujuannya untuk membantu para pelaku seni menjalankan kegiatannya. Dana hibah sebesar Rp 10 juta/kelompok kesenian itu, lanjut dia, dapat digunakan untuk membeli peralatan pendukung pentas seperti alat musik hingga pakaian pentas.

“Ada ribuan kelompok kesenian yang butuh dukungan supaya mereka tetap eksis. Pembangunan di bidang kesenian tetap kita perhatian disamping pembangunan infrastruktur dan sektor lainnya,” imbuhnya.

Plt Kepala Disdikpora Kabupaten Semarang, Astuti mengatakan, hingga pertengahan Januari 2019 setidaknya tercatat ada 3.617 kelompok kesenian yang beraktivitas di Bumi Serasi. Ada pun tahun ini, pihaknya telah mengalokasikan pemberian dana hibah kepada 600 kelompok kesenian yang tersebar di 19 kecamatan.

“Pemberian hibah kesenian dimaksudkan untuk percepatan pengembangan kesenian, menyusul kesenian tergolong potensi kekayaan daerah yang perlu dipelihara,” kata dia.

Ketika ditanya berapa kelompok kesenian yang sudah mendapat dana hibah? Astuti menjabarkan, sampai tahun ini ada lebih dari 2.600 kelompok kesenian yang sudah terbantu.

“Alokasi dana hibah yang sama tahun depan tetap dianggarkan,” ucapnya.

Kaitannya dengan regenerasi pelaku kesenian tradisional, ia memastikan hal itu dapat diwujudkan. Diantaranya melalui pengenalan beberapa kesenian di lingkungan sekolah. Bisa juga memasukkan muatan lokal tembang jawa dan dolanan sebagai pelajaran wajib. Selain itu juga kegiatan seni tari menjadi pelajaran ekstrakurikuler.

“Kami pun hendak merevitalisasi peran pamong budaya di tingkat kecamatan untuk berperan lebih aktif membantu regenerasi dan pelestarian kesenian tradisional langka,” tandas Astuti.

Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Semarang, Sarwoto Ndower menambahkan, pihaknya menghargai perhatian Pemkab Semarang untuk membantu melestarikan kegiatan kesenian yang dilakukan warga. Menurutnya, bantuan hibah yang diberikan bertahap sejak 2017, sangat membantu para pelaku kesenian untuk menjalankan kiprahnya.

“Dewan Kesenian telah merencanakan beberapa kegiatan, di antaranya menggelar pentas pengenalan dan pelestarian aneka kesenian tradisional langka melibatkan instansi terkait,” terang Sarwoto.

 


(Ranin Agung/CN40/SM Network)