• KANAL BERITA

Cibatu-Garut Tahun Ini, Lintas Jalur KA Cianjur-Ciranjang Bergulir

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Dua proyek penyegaran jalur kereta api (KA) di lintas selatan Jabar dijadwalkan sudah rampung pada tahun ini. Kedua proyek tersebut adalah lintas Cianjur-Ciranjang dan lintas Cibatu-Garut.

"Untuk Cianjur-Ciranjang, ditargetkan April sudah operasional, tapi terbuka kemungkinan dipercepat, sedangkan Cibatu-Garut, pokoknya tahun ini sudah difungsikan," jelas Jubir PT KAI Daop II Bandung, Joni Martinus, Selasa (22/1).

Menurut Joni, khusus lintas Cianjur-Ciranjang sepanjang 15 Km itu akan langsung dilayani KA Siliwangi yang sebelumnya mempunyai rute Sukabumi-Cianjur Pp.

Lintas tersebut menjadi bagian dari proyek reaktivasi jalur KA Cianjur-Padalarang sepanjang 44,7 Km. Langkah ini nantinya akan menghubungkan lintas Bandung-Bogor-Jakarta via Canjur-Sukabumi sehingga menambah alternatif perjalanan KA sebelumnya yang melewati Purwakarta dan Pantura.

"Secara bertahap, kita juga melanjutkan petak Ciranjang-Cipatat. Untuk Cipatat-Padalarang, karena ada tanjakan curam, kita masih mempertimbangkan opsi terbaiknya," jelasnya.

Sedangkan untuk lintas Cibatu-Garut, pihaknya optimis pihaknya tak akan menemui kendala berarti di lapangan. Kondisi trek yang relatif lurus, tanpa hambatan berarti seperti bentang jembatan yang relatif pendek-pendek cenderung memudahkan pengerjaan.

"Untuk lahan jalur, kita terus melakukan persiapan. Konsentrasi lahan yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk tinggal mau pun aktivitas lainnya, kebanyakan berada di Garut kota, dan terus kita kondisikan," jelasnya.

Untuk reaktivasi Banjar-Pangandaran, pihaknya mengaku masih menunggu instruksi lebih lanjut. Meski demikian, dia mengingatkan bahwa sinergi di antara semua pihak akan menjadi kunci, termasuk kasus konektivitas antara Banjar ke kawasan pantai sambil menunggu pembangunan kembali trek tersebut digulirkan.

Menyusul beroperasinya KA Pangandaran rute Jakarta-Banjar, mobilitas pelancong yang berniat menikmati pantai selatan Jabar itu memang menunjukan tren peningkatan. Sayangnya, konektivitas dari Stasiun Banjar ke Pantai Pangandaran yang masih jauh dari ideal dikotori aksi kontrapraproduktif bagi pengembangan aktivitas kepariwisataan.

Gara-gara diadang oknum tak bertanggung jawab di Stasiun Banjar dengan alasan penumpang yang turun diklaim sebagai jatahnya, sebuah hotel di Pangandaran memutuskan tak lagi mengoperasikan layanan penjemputan tamunya hingga batas waktu yang tak ditentukan. Mereka berharap halangan itu bisa segera mendapat solusi.

Menanggapi kejadian tersebut, Joni Martinus menyatakan, bahwa areal Stasiun Banjar terbuka bagi aktivitas penjemputan penumpang termasuk dari pihak hotel. Pihaknya justru berharap kemudahan itu bisa mendukung aksesibilitas ke Pangandaran.

Dia pun menggaransi tak perlu ada kutipan untuk melakukan aktivitas tersebut. "PT KAI Daop 2 Bandung  menjamin tidak ada pungli yang diduga dilakukan oleh oknum jasa transportasi tertentu kepada pihak penjemputan hotel atau biro wisata saat beraktivitas di area Stasiun Banjar," katanya.

Hotel


(Setiady Dwi/CN40/SM Network)