• KANAL BERITA

Produksi Benih Ikan BBI Kota Magelang Ditarget 322.500 Ekor

BBI 2 di Kelurahan Potrobangsan menjadi tumpuan pembibitan benih ikan air tawar milik Disperpa Kota Magelang yang di tahun 2019 ini ditarget mencapai 322.500 ekor. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
BBI 2 di Kelurahan Potrobangsan menjadi tumpuan pembibitan benih ikan air tawar milik Disperpa Kota Magelang yang di tahun 2019 ini ditarget mencapai 322.500 ekor. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang memasang target cukup tinggi untuk produksi benih ikan air tawar di Balai Benih Ikan (BBI) tahun 2019. Untuk dua lokasi BBI, produksi ikan ditarget sebanyak 322.500 ekor atau naik 10-20 persen dari tahun sebelumnya.

Kepala Disperpa Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko mengatakan, tantangan untuk mencapai target ini memang tidak ringan. Salah satunya karena ukuran beberapa kolam berkurang, utamanya di BBI 1 di wilayah Kelurahan Jurangombo Selatan.

Yamano WP107 Pompa Air Kolam Akuarium Ikan [5000l/h]

“Ukurannya berkurang karena terimbas pembuatan jalan akses masuk lokasi TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) Bojong. Ada beberapa kolam yang tadinya berbentuk kotak, menjadi trapesium dengan ukuran lebih kecil,” ujarnya, di kantornya, Selasa (22/1).

Dia menuturkan, meski menghadapi tantangan itu, pihaknya tetap berupaya agar produksi benih ikan di dua lokasi BBI (Jurangombo dan Potrobangsan) terus meningkat. Tidak hanya meningkat dari sisi jumlah, tapi juga kualitas yang dihasilkan.

“Kita selalu berusaha melakukan pembibitan ikan yang unggul dan berkualitas. Kita seleksi untuk mendapatkan bibit yang unggul, sehingga persentase kematian rendah. Sejauh ini risiko kematiannya masih terbilang kecil,” katanya.

Di samping bibit yang unggul, katanya, menjaga kualitas air juga dilakukan setiap saat, seperti tingkat keasaman atau Ph selalu diukur. Apalagi sumber air yang menjadi tumpuan dua BBI itu berasal dari aliran Kali Bening dan sumur.

“Bisa dibilang sumber air kita terbatas pada Kali Bening dan sumur. Untuk sumber dari Kali Bening juga penuh tantangan, karena ada sedikit limbah rumah tangganya. Sehingga, kita harus benar-benar memperhatikan kualitasnya,” jelasnya.

Eri menyebutkan, ada lima jenis ikan dalam pembibitan ini, yaitu nila, gurami, lele, koi, dan komet. Dari kelimanya, ikan nila menjadi yang terbanyak dengan 200.000 ekor dan terbanyak kedua lele dengan 100.000 ekor serta tersedikit koi 2.500 ekor.

“Harga masih sama, yakni nila Rp 30.000/kg atau Rp 15-200/ekor ukuran 7-9 cm. Gurami per telor/larva Rp 24-40 atau Rp 25-300/ekor untuk ukuran dim. Kalau yang komet dari Rp 1.000/ekor ukuran 4-6 cm sampai Rp 5.000/ekor ukuran 12-15 cm,” paparnya.

Dari target produksi ini, lanjut Eri, target pendapatan dari penjualan sekitar Rp 35 juta selama tahun 2019. Sasaran penjualan masih sekitar warga lokal Kota Magelang sampai luar kota, seperti Kabupaten Magelang, Temanggung, dan lainnya.

“Setiap tahun selalu kita naikkan, termasuk tahun 2020 naik menjadi Rp 37,5 juta dan tahun 2021 naik lagi menjadi Rp 40 juta. Pasarnya masih bagus, meski ukuran kolam kita sebenarnya tidak ideal, tapi masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.


(Asef Amani/CN40/SM Network)