• KANAL BERITA

Jembatan Darurat Wanasari Terbawa Arus Sungai Kemisik

Badan jembatan Kali Kumisik di Desa Wanasari, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal hilang terbawa arus besar Sungai Kemisik, Senin (21/1). (suaramerdeka.com/M Firdaus Ghozali)
Badan jembatan Kali Kumisik di Desa Wanasari, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal hilang terbawa arus besar Sungai Kemisik, Senin (21/1). (suaramerdeka.com/M Firdaus Ghozali)

TEGAL, suaramerdeka.com - Jembatan darurat penghubung Desa Wanasari dengan pusat kota Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal terbawa arus Sungai Kumisik yang meluap, Senin (21/1) sore. Jembatan tersebut dibangun setahun lalu, setelah jembatan permanen ambles diterjang banjir.

Pada pertengahan tahun lalu, jembatan tersebut putus diterjang banjir bandang. Meski demikian, masih ada pilar penyangga jembatan dan sebagian badan jembatan yang tersisa. Masyarakat pun bergotong royong membuat jembatan penghubung dari bambu dan kayu di atas pilar penyangga yang tersisa.

‘’Hujan deras sejak siang hingga sore menyebabkan air sungai meluap dan banjir besar. Badan jembatan hilang terbawa arus banjir,’’ ujar Kepala Desa Wanasari, Siryadi, Selasa (22/1).

Tahun lalu, kata kades, jembatan sudah putus. Namun belum ada penanganan maksimal. Pilar penyangga jembatan yang dibangun sekitar 2007 itu ambles, saat banjir besar tahun lalu, sehingga badan jembatan melengkung. Lama-kelamaan, jembatan sepanjang lebih dari 25 meter tersebut putus dan tak bisa dilintasi.

Sriyadi mengemukakan, jembatan itu bukan jembatan permanen dan hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua dan roda tiga. Meski demikian, jembatan yang membentang di atas Kali Kumisik tersebut merupakan akses utama warga desa menuju ke Desa Margasari dan pusat kota kecamatan.

‘’Jembatan sudah tidak ada. Warga harus memutar melalui Desa Dukuhtengah dengan jarak lebih dari delapan kilometer,’’ ujar dia.

Sriyadi menyebutkan, pihaknya sudah membuat laporan kejadian tersebut dan menyampaikan ke pihak-pihak terkait, seperti DPU, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan bupati.

Kepala DPU, Hery Suhartono, saat berada di lokasi jembatan mengemukakan, upaya penanganan darurat akan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pihaknya tidak punya kewenangan untuk itu karena jembatan putus akibat terjadinya bencana alam.

‘’DPU membantu survei dan desain jembatan yang nantinya akan dibangun lagi. Ada pun untuk kebutuhan anggaran jembatan baru sekitar Rp 500 juta,’’ katanya.


(M Firdaus Ghozali/CN40/SM Network)