• KANAL BERITA

Tujuan Diberlakukan Sistem Zonasi Tak Tercapai Sepenuhnya

Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pandu Baghaskoro mengatakan tujuan diberlakukannya sistem zonasi tidak tercapai sepenuhnya, karena pada praktiknya pun masih ada siswa yang harus menempuh jarak yang jauh untuk bersekolah dan siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu menjadi terbebani dengan biaya yang diminta sekolah swasta.

Salah satu tujuan diberlakukannya sistem zonasi dalam PPDB 2018 ini di antaranya bertujuan untuk menghilangkan persaingan antar sekolah negeri dan siswa. Hal ini dilakukan karena kriteria penerimaan siswa maupun status sekolah 'favorit' bukanlah berdasarkan kompetensi, melainkan jarak.

"Ditambah lagi, dengan segala ketidaksiapan sekolah negeri dalam memenuhi demand, sekolah swasta pun terkena imbasnya. Sekolah negeri dan swasta (dalam tingkat tertentu) seperti tidak perlu bersaing satu sama lain, toh murid yang masuk juga pasti akan selalu ada. Ada kesan 'hadiah tak bersyarat' yang didapatkan oleh sekolah, sehingga persaingan dalam menyediakan layanan pendidikan tidak diperlukan," tambahnya.

Dengan ketidaksiapan sekolah negeri dalam menanggung konsekuensi sistem zonasi, pemerintah perlu mengimplementasikan sistem ini secara bertahap. Penerapan kebijakan ini bias dimulai dari wilayah-wilayah yang minim ketimpangan supply dan demand-nya. Kemudian seiring dengan perbaikan, ketimpangan di wilayah lain semakin melebarkan pemberlakuan sistem zonasi ini.

Dengan begitu, pemerataan sekolah negeri akan berjalan sesuai dengan tujuan tanpa memberi imbas kepada persaingan sekolah swasta. Selain itu, pemerintah juga harus siap dengan program pelatihan atau sertifikasi guru yang merata di berbagai daerah. Dengan meningkatkan kualitas guru, diharapkan persebaran siswa berprestasi juga bisa tercapai. Verifikasi SKTM juga diperketat dilakukan untuk menghindari kecurangan dalam proses PPDB.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)