• KANAL BERITA

Longsor Kembali Terjadi di Karangjambu

RUMAH RUSAK : Rumah milik Sahrudin warga Desa Sanguwatang, Kecamatan Karangjambu rusak berat akibat longsor yang terjadi Sabtu (19/1) petang. (suaramerdeka.com/Ryan Rachman)
RUMAH RUSAK : Rumah milik Sahrudin warga Desa Sanguwatang, Kecamatan Karangjambu rusak berat akibat longsor yang terjadi Sabtu (19/1) petang. (suaramerdeka.com/Ryan Rachman)

KARANGJAMBU, suaramerdeka.com - Tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (19/1) petang. Sebuah rumah rusak berat dan sebuah lagi terancam, tidak ada korban jiwa.

Rumah rusak berat milik Sahrudin warga RT 13 RW 3, Desa Sanguwatang. Karena sudah tidak bisa ditinggali, dua orang yang ada di rumah itu, harus mengungsi di rumah saudaranya yang lebih aman. Korban mengalami kerugian materi mencapai Rp 145 juta.

Adapun di Desa Karangjambu, longsor menyebabkan talud rumah setinggi 2 meter milik Sumeni, roboh. "Tidak ada korban jiwa, namun jika hujan turun, penghuni rumah kami sarankan mengungsi," kata Camat Karangjambu, Bangun Irianto.

Sementara itu, Jumat (18/1) malam, Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) mengunjungi lokasi longsor di Desa Purbasari, Kecamatan Karangjambu dan menemui warga yang berada di lokasi rawan longsor. 

“Sebanyak 10 warga yang menempati dua rumah sementara diungsikan. Tujuannya untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan apabila ada longsor susulan,” kata Bangun Irianto.

Longsor terjadi di dua titik yang tidak berjauhan. Titik pertama terjadi di tebing jalan Dusun 1 Sigupit dengan longsor setinggi  7 Meter lebar 12 Meter. Longsor sempat menutup jalan utama. Dua rumah warga juga terdampak yaitu milik Muhrodi dan Dakim. Beberapa bagian dinding retak serta lantai sedikit miring. Tiwi memberikan santunan kepada kedua pemilik rumah tersebut.

Titik longsor ke dua terjadi di salah satu dinding SMP Negeri 1 Karangjambu.  Akibatnya, bangunan berupa tembok keliling sekolah tersebut setinggi 4,5 meter beserta fondasinya ambruk. Tembok sisi utara sepanjang 15 meter dan sisi selatan 3,5 meter, termasuk pintu gerbang belakang ikut roboh.

“Kami bersilaturahmi sekaligus prihatin atas terjadinya longsor yang mengancam rumah penjenengan sekalian. Yang penting sekarang masih diberikan kesehatan dan keselamatan. Saya meminta agar kedua keluarga yang seluruhnya berjumlah 10 orang itu untuk tidak menempati rumah tersebut untuk sementara waktu," katanya. 


(Ryan Rachman/CN39/SM Network)