• KANAL BERITA

Desember 2018, Tingkat Keterisian Penumpang SIA Group Meningkat 0,3 Poin

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pada bulan Desember 2018, tingkat keterisian penumpang (PLF) SIA Group meningkat sebesar 0,3 poin persentase menjadi 85 persen. Jumlah penumpang yang diangkut (diukur dalam pendapatan dari sisi penumpang per kilometer) mengalami kenaikan sebesar 7,2 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, melebihi pertumbuhan kapasitas (diukur dalam kursi tersedia per kilometer) sebesar 6,8 persen.

Tingkat keterisian penumpang Singapore Airlines meningkat sebesar 1,1 poin persentase menjadi 85,5 persen. Jumlah penumpang yang diangkut meningkat sebesar 6,8 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, berbanding terbalik dengan peningkatan kapasitas sebesar 5,5 persen. Tingkat keterisian penumpang meningkat pada seluruh wilayah rute kecuali wilayah Amerika karena peningkatan kapasitas yang signifikan. RASK (pendapatan per kursi tersedia - kilometer) tetap bertahan.

Jumlah penumpang yang diangkut oleh SilkAir mengalami peningkatan sebesar 2,1 persen, berlawanan dengan penyusutan kapasitas sebesar 1,1 persen. Hal tersebut menyebabkan tingkat keterisian penumpang juga mengalami peningkatan sebesar 2,6 poin persentase menjadi 79,2 persen, dengan peningkatan pada seluruh wilayah.

Scoot mencatat pertumbuhan pada jumlah penumpang yang diangkut sebesar 10,5 persen dibandingkan dengan ekspansi kapasitas sebesar 14,7 persen. Hal ini menyebabkan tingkat keterisian penumpang mengalami penurunan sebesar 3,2 poin persentasi menjadi 85,5 persen.

Tingkat keterisian penumpang mengalami peningkatan di wilayah Asia Barat, sedangkan wilayah Asia Timur dan kawasan lainnya di dunia mencatat penurunan dikarenakan lalu lintas penerbangan yang tidak sebanding dengan peningkatan kapasitas.

Tingkat keterisian kargo menurun sebesar 3,5 poin persentase, sedangkan lalu lintas kargo (diukur dalam ton beban kargo - kilometer) menurun sebesar lima persen, berlawanan dengan peningkatan kapasitas sebesar 0,3 persen. Tingkat keterisian kargo di seluruh wilayah kecuali Amerika tercatat mengalami penurunan, dikarenakan permintaan yang tidak sebanding dengan perubahan kapasitas.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)