• KANAL BERITA

Pakar: Perawat Profesional Hendaknya Rendah Hati dan Lemah Lembut

Foto: Istimewa/Klikdokter
Foto: Istimewa/Klikdokter

MAGELANG, suaramerdeka.com - Pakar Spiritual Mindfullness Undip Semarang, Dr Meidiana Dwidiyanti SKp MSc, mengatakan, perawat profesional hendaknya memiliki karakter rendah hati atau hayyin dan lemah lembut (layyin).

"Juga mudah diakrabi (qaribin) dan senang memudahkan urusan orang lain (sahlin)," katanya, dalam kuliah umum di depan 160 mahasiswa ilmu keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Minggu (20/1).

Ia menilai, teori Jean Watson tentang Human Caring menjadi esensi penting dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Yang tak kalah penting, katanya, implementasi spiritual mindfulness juga perlu untuk dilakukan dalam berbagai intervensi keperawatan.

Karena sudah menjadi hal yang dimaklumi, tidak hanya aspek fisik saja yang perlu diperhatikan dalam proses penyembuhan pasien. Namun juga aspek spiritual, yang juga turut menjadi faktor pendukung untuk akselerasi kesembuhan pasien.

Diharapkan, mahasiswa dapat mengambil banyak ilmu yang bisa terintegrasikan dengan baik dalam pemberian daily nursing care.

Kuliah umum Terapi Komplementer di Era Revolusi Industry 4.0, diadakan oleh Ketua prodi S-1 Ilmu Keperawatan, Ns Sigit Priyanto, MKep.

Dekan Fikes Puguh Widiyanto SKp MKep mengatakan, kemajuan teknologi hendaknya berimbang dengan pengaplikasian terapi komplementer. "Semoga kemajuan teknologi dalam revolusi industri 4.0, terapi komplementer dapat diaplikasikan secara optimal khususnya oleh para mahasiswa Fikes UM Magelang, selaku calon perawat profesional," katanya.


(Tuhu Prihantoro/CN41/SM Network)