• KANAL BERITA

PT KAI Tertibkan Oknum Pengganggu Wisatawan

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Menyusul beroperasinya KA Pangandaran rute Jakarta-Banjar, mobilitas pelancong yang berniat menikmati pantai selatan Jabar itu menunjukan tren peningkatan.

Sayangnya, konektivitas dari Stasiun Banjar ke Pantai Pangandaran yang masih jauh dari ideal dikotori aksi kontrapraproduktif bagi pengembangan aktivitas kepariwisataan.

Gara-gara diadang oknum tak bertanggung jawab di Stasiun Banjar dengan alasan penumpang yang turun diklaim sebagai jatahnya, sebuah hotel di Pangandaran memutuskan tak lagi mengoperasikan layanan penjemputan tamunya hingga batas waktu yang tak ditentukan. Mereka berharap halangan itu bisa segera mendapat solusi.

Menanggapi kejadian tersebut, Jubir PT KAI Bandung, Joni Martinus menyatakan bahwa areal Stasiun Banjar terbuka bagi aktivitas penjemputan penumpang termasuk dari pihak hotel. Pihaknya justru berharap kemudahan itu bisa mendukung aksesibilitas ke Pangandaran.

Dia pun menggaransi tak perlu ada kutipan untuk melakukan aktivitas tersebut. "PT KAI Daop 2 Bandung  menjamin tidak ada pungli  yang diduga dilakukan oleh oknum jasa transportasi tertentu kepada pihak penjemputan hotel atau biro wisata  saat beraktivitas di area Stasiun Banjar," katanya di Bandung, Minggu (20/1).

Praktis dan aman, reservasi tiket KAI di sini

Ditegaskan, pihaknya bakal menindak tanpa pandang bulu terhadap pihak-pihak yang bermaksud menghalangi kegiatan penjemputan penumpang atau wisatawan di Stasiun Banjar. Mereka, nilainya, tak lebih sebagai penghambat bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan terbaik.

“Kami yakinkan tidak ada pungutan liar di area Stasiun Banjar dan kami persilahkan untuk pihak hotel, biro travel, atau siapa pun yang akan menjemput penumpang kereta api dari Stasiun Banjar. Jika ada yang menghalangi, segera sampaikan kepada kami, mereka segera ditindak," imbuhnya.

Joni menyebut sikapnya itu terkait komitmen PT KAI untuk bersama-sama membangun wilayah Jabar bagian selatan. Diperlukan dukungan semua pihak termasuk pemerintah Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran untuk bersama-sama mengembangkan potensi wisata di kedua daerah tersebut. Gangguan semacam itu, katanya, tak bisa ditolerir.


(Setiady Dwi/CN33/SM Network)