• KANAL BERITA

Diduga Terpeleset, Kakek Ditemukan Tewas di Sungai Gondok

Petugas kepolisian melakukan identifikasi korban Siswandi (75) yang ditemukan tewas di Sungai Gondok masuk Dusun Banaran Desa Kayugiyang, Kecamatan Garung, Sabtu (19/1) pagi.
Petugas kepolisian melakukan identifikasi korban Siswandi (75) yang ditemukan tewas di Sungai Gondok masuk Dusun Banaran Desa Kayugiyang, Kecamatan Garung, Sabtu (19/1) pagi.

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Warga Dusun Banaran Desa Kayugiyang, Kecamatan Garung, Wonosobo dibuat geger dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di Sungai Gondok masuk desa setempat, Sabtu (19/1) sekitar pukul 10.00.

Sosok mayat tersebut, diketahui bernama Siswandi (75), warga Dusun Banaran RT 03/ RW 04, Desa Kayugiyang, Kecamatan Garung. Hasil dari pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Informasi yang berhasil dihimpun peristiwa penemuan mayat tersebut terjadi sekitar pukul 10.00. Kejadian bermula saat saksi mata bernama Mujiharto, warga setempat sedang menyusuri Sungai Gondok untuk mengecek pipa paralon air bersih miliknya.

Saat mengecek pipa paralon air yang berada di tebing sungai, ia melihat korban dengan posisi tengkurap di dasar Sungai Gondok yang berada di belakang rumah korban.

Kapolsek Garung, Iptu Muhroji melalui Kasi Humas Polsek Garung, Aiptu Yudisantoro menyebutkan, karena saksi tidak berani mendekati korban, ia kemudian menghubungi saksi lain atas nama Nur Kholis yang merupakan perangkat desa setempat. Kemudian kedua saksi langsung mendekati korban dan melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

"Melihat korban sudah meninggal, mereka melaporkan kejadian ke kami," beber dia.

Mendengar laporan warga, aparat kepolisian dari Polsek Garung langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Kesehatan Puskesmas Garung dan Tim Identifikasi Polres Wonosobo.

"Proses evakuasi korban dilakukan pihak Polsek Garung bersama Tim Identifiasi Polres Wonosobo, Tim Kesehatan Puskesmas Garung, Koramil Garung dan masyarakat sekitar. Hasil dari pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan," tutur dia.

Pihaknya menduga korban meninggal karena terjatuh ke dasar sungai yang berada di belakang rumahnya. Dimungkinkan korban terpeleset saat hendak memberi makan ternak kambing di belakang rumahnya. Jenazah tidak diotopsi lantaran pihak keluarga sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

"Jenazah korban sudah kami serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan, karena keluarga sudah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah," tuturnya.


(M Abdul Rohman/CN39/SM Network)