• KANAL BERITA

Bantu Petani, ASN Borong Cabai Merah

BORONG CABAI : Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Blora, Reni Miharti, bersama para ASN membeli cabai langsung kepada petani, kemarin. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)
BORONG CABAI : Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Blora, Reni Miharti, bersama para ASN membeli cabai langsung kepada petani, kemarin. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com - Anjloknya harga cabai merah saat musim panen disikapi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Blora dengan memborong cabai langsung dari petani, Jumat (18/1).

Sejumlah petani dari Desa Purworejo membawa ratusan kilogram cabai merah segar yang baru dipetik ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Cabai tersebut kemudian dikemas masing-masing dua kilogram dan satu kilogram. Cabai yang sudah dikemas itulah selanjut dibeli oleh para aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. 

"Pembelian langsung dari petani ini sebagai salah satu upaya untuk menstabilkan harga cabai merah. Pasalnya, harga beli oleh para tengkulak ke petani hanya sekitar Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per kilogram. Dengan harga itu, petani merugi. Kami ingin menolong para petani dengan melakukan pembelian langsung," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Blora, Reni Miharti.

Para ASN di Dinas Pertanian dan Ketahahan Pangan membeli cabai tersebut dengan harga yang lebih layak, yakni Rp 14.000 per kilogramnya. Sehingga petani bisa mendapatkan keuntungan lebih besar.

"Sesuai arahan Bapak Bupati melalui Sekretaris Daerah yang meminta agar seluruh ASN ikut andil dalam menstabilkan harga cabai dengan membeli langsung dari petani. Sehingga kami bersama-sama seluruh ASN mengawalinya dengan membeli 200 kilogram," tutur Reni Miharti.

Ingin Belanja Produk Kesehatan dan Kecantikan di Sini Tempatnya

Pembelian cabai langsung kepada petani dengan harga yang layak diharapkan akan berdampak pada normalnya kembali harga cabai. Para tengkulak pun tidak seenaknya sendiri menentukan harga. Sehingga petani bisa menikmati hasil panennya dengan baik.

Ketua Gapoktan Bina Tani Desa Purworejo, Kecamatan Blora, Sukirno, yang mengantarkan cabai merah ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengaku senang karena cabainya bisa terbeli dengan harga cukup tinggi.

"Kemarin tengkulak hanya memberi dengan harga Rp 9.000 per kilogram. Harga seperti itu tentu tidak cukup untuk menutup biaya produksi, malah rugi. Alhamdulillah ini dipesan Dinas Pertanian dan dibeli dengan harga Rp 14.000 per kilogramnya sehingga sudah mendapatkan keuntungan," kata Sukirno.

Pihaknya berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Blora bisa bersama-sama membantu petani dengan membeli cabai hasil panen. Menurutnya, dengan harga Rp 14.000 hingga Rp 15.000 itu masih tergolong murah namun petani sudah untung.

"Di desa kami ada lahan cabai merah seluas 30 hektar yang semuanya mulai masa panen pertama. Jika semua cabai bisa dibeli langsung oleh para ASN di Pemkab Blora, betapa senangnya para petani," kata Sukirno.

Cabai merah yang ditanam para petani di Desa Purworejo adalah varietas Lado dan Kiyo. Kualitasnya bagus dan berukuran besar. Jika masih ada yang mau beli, Sukirno selaku Ketua Gapoktan Bina Tani bersedia untuk menyiapkan cabai merah tersebut. 

Selain ASN di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Blora yang diketuai Ny Ratnasari Komang Gede Irawadi, juga memborong cabai merah dari petani, Kamis (17/1). Cabai yang dibeli adalah milik petani di Desa Turirejo, Kecamatan Jepon. Cabai dibeli untuk membantu petani menyusul merosotnya harga cabai di wilayah setempat. 


(Abdul Muiz/CN39/SM Network)