• KANAL BERITA

Curah Hujan Tinggi, Warga di Perbukitan Diminta Ekstrawaspada

TANGGUL LONGSOR: Tebing jalan di tanjakan Sikelir, Kecamatan Wanayasa longsor akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan arus lalu lintas Wanayasa-Dieng terhambat. (suaramerdeka.com/Castro Suwito)
TANGGUL LONGSOR: Tebing jalan di tanjakan Sikelir, Kecamatan Wanayasa longsor akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan arus lalu lintas Wanayasa-Dieng terhambat. (suaramerdeka.com/Castro Suwito)

BANJARNEGARA, suaramerdeka.com - Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Banjarnegara dalam lima hari terakhir. Warga yang bermukim di daerah perbukitan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Arief Rahman mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada bulan Januari ini intensitas hujan di Banjarnegara mulai meningkat.

"Seperti diprediksi sebelumnya, menjelang akhir Januari ini merupakan awal puncak musim hujan," katanya, Jumat (18/1).

Dikatakan, intensitas hujan di hampir seluruh wilayah Banjarnegara sudah di atas 400 milimeter. Bahkan, untuk wilayah Kecamatan Pandanarum dan Kalibening bisa melebihi 500 milimeter. Intensitas tersebut sudah tergolong tinggi.

"Hanya Wilayah Kecamatan Susukan dan Purwareja Klampok yang curah hujannya di kisaran 301-400 milimeter," terangnya.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya mengimbau agar warga yang bermukim di daerah perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman longsor. Warga diminta aktif untuk mengecek kondisi tanah jika terjadi rekahan setelah hujan. 

Menurutnya, ada beberapa tanda-tanda yang bisa dijadikan acuan warga untuk mengungsi. Misalnya, ada rekahan tanah di tebing, posisi pohon terlihat miring tidak seperti biasanya, atau pintu dan jendela rumah susah dibuka karena posisi tanah sudah bergeser.

"Bisa juga dilihat dari sumber air yang berwarna keruh," ujarnya.

Arief menyatakan, hingga 18 Januari sudah terjadi 23 kejadian bencana, dan 20 kejadian di antaranya merupakan tanah longsor. Meski skalanya masih kecil, namun pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat saat ini baru memasuki puncak musim hujan.

"Diperkirakan, puncak musim hujan berlangsung hingga Februari," terangnya.

Selain mengancam perumahan, beberapa longsor terjadi menimpa jalan. Salah satunya di jalan provinsi ruas Wanayasa-Dieng, tepatnya di tanjakan Sikelir. Akibat hujan deras selama 3 hari, tanggul jalan yang berada di tepi jurang tersebut longsor sedalam 17 meter.

"Longsor terjadi hari Kamis (17/1), sekitar pukul 17.30," kata Camat Wanayasa Yugo Pramono.


(Castro Suwito/CN39/SM Network)