• KANAL BERITA

Terdampak Banjir, Pipa Limbah PT RUM Lepas

DIPERBAIKI : Para pekerja tengah memperbaiki pipa limbah pembuangan milik PT RUM yang lepas di Sungai Gupit, Desa Gupit Kecamatan Nguter, Sukoharjo. (Foto: suaramerdeka.com/Ari Welianto)
DIPERBAIKI : Para pekerja tengah memperbaiki pipa limbah pembuangan milik PT RUM yang lepas di Sungai Gupit, Desa Gupit Kecamatan Nguter, Sukoharjo. (Foto: suaramerdeka.com/Ari Welianto)

SUKOHARJO, suaramerdeka.com - Pipa pembuangan limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo lepas di tiga titik di wilayah Desa Gupit, Kecamatan Nguter. Kondisi ini berdampak bau tidak sedap dan sejumlah warga gatal-gatal terkena air sungai.

‘’Sudah kami perbaiki pipa limbah yang lepas. Dua atau tiga hari ke depan kemungkinan sudah selesai diperbaiki,’’ ujar Bagian Humas PT RUM Sukoharjo, Bintoro Dibyo Seputro, saat meninjau perbaikan pipa limbah, Kamis (17/1).

Pipa limbah lepas saat hujan deras, sehingga Sungai Gupit meluap dan arus air deras menggerus posisi pipa. ‘’Padahal pipa yang ditimbun di sungai itu dengan kedalaman sekitar dua meter. Jadi pipa yang lepas ini terkena dampak banjir yang terjadi pada beberapa hari lalu,’’ ungkap dia. 

Ada tiga di titik pipa yang lepas di Desa Gupit, tapi dua titik sudah selesai diperbaiki tinggal satu pipa dalam proses pengerjaan. ‘’ Ini perbaikan di lokasi ketiga. Kalau di dua lokasi sudah selesai dikerjakan, karena jika terlalu lama jelas akan berpengaruh pada warga nantinya,’’ imbuh dia.

Manajemen PT RUM mengaku bekerja serius menekan dampak limbah pabrik. Pihaknya memasang banyak peralatan untuk mendaur ulang emisi gas buang, kalau itu sudah terlaksana kemungkinan gangguan udara bisa teratasi.

‘’Saat ini kami sedang bekerja sangat serius untuk bisa menekan gangguan udara,’’ katanya.

Sementara itu Pembina Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) Sukoharjo, Ari Suwarno mengatakan warga mencium bau tidak sedap, dan gatal-gatal terkena air sungai. Sementara DLH Provinsi sudah mengambil air buat sample. ‘’Warga akan mengawal masalah limbah PT RUM ini.’


(Ari Welianto/CN41/SM Network)