• KANAL BERITA

Bupati Batang Resmikan Kolam Renang Prestasi di THR Kramat

Bupati Batang Wihaji ketika menyerahkan potongan nasi tumpeng kepada Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, Wahyu Budi Santosa sebagai tanda diresmikannya penggunaan kolam renang prestasi di THR Kramat Batang.   (Foto: suaramerdeka.com/Kasirin Umar)
Bupati Batang Wihaji ketika menyerahkan potongan nasi tumpeng kepada Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, Wahyu Budi Santosa sebagai tanda diresmikannya penggunaan kolam renang prestasi di THR Kramat Batang. (Foto: suaramerdeka.com/Kasirin Umar)

BATANG, suaramerdeka.com – Akhirnya, Tempat Hiburan Rakyat (THR) Kramat yang terletak di Kecamatan Batang, Kabupaten Batang mempunyai kolam renang prestasi yang sudah lama ditunggu masyarakat. Untuk membangun kolam renang yang elegan tersebut membutuhkan waktu selama tiga tahun, dan hari ini, Kamis (17/1), kolam renang tersebut telah diresmikan penggunaannya oleh Bupati Batang Wihaji.

"Kolam renang yang telah lama ditunggu masyarakat Batang ini kita bangun selama tiga tahun, akhirnya jadi juga. Kolam renang ini kita rekomendasikan menjadi ajang kejuaraan lokal, regional maupun nasional. Ini merupakan semangat kita untuk melayani masyarakat pecinta olah raga renang, agar ke depan atlet renang bisa lebih profesional dan meraih prestasi,” kata Wihaji.

Bupati juga berharap kepada Dinas Pariwisata dan Olahraga agar menata ulang kembali (bentuk bangunan kolam renang tersebut). Karena selain kolam renang prestasi, juga kolam renang untuk bermain, sehingga ada beberapa bagian yang perlu diperbaiki. Begitu pula pekerjaannya juga harus profesional agar ada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan.

"THR Kramat merupakan obyek wisata tua yang pernah memiliki kejayaan di masa lampau. Maka kewajiban kita untuk mengembalikan kejayaan tersebut, sehingga ceritanya (kejayaan) tidak akan kita lupakan,"sebut Wihaji.

Saat ini, ujar Bupati, Pemkab Batang memiliki program percepatan peningkatan pariwisata untuk paket wisata pegunungan, yakni Sikembang, Silurah, wisata pantai Sigandu, dan Ujungnegoro. Juga wisata ekstrim paralayang di bukit Sikuping dan THR Kramat masuk menjadi tambahan paket wisata.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwista, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso menambahkan, pembanguan kolam renang dimulai tahun 2016 namun mengalami kesulitan teknis, sehingga pihaknya harus berkonsultasi ke Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI).

"Proyek ini mengalami kesulitan, karena di dasar kolam ada aliran air yang sulit di bendung sehinga ada kebocoran. Masalah tersebut lalu kita konsultasikan ke PRSI Provinsi dan Pusat yang akhirnya harus ditata ulang kembali," kata Wahyu.

Dikatakan, kolam renang yang dibangun selama tiga tahun, dari 2016-2018 menelan beaya Rp.1,3 milyar. "Tahun 2019 kita mendapat Dana Alokasi Khusus dari Kementerian Pariwisata sebesar Rp 2.17 miliar, untuk melengkapi sarana yang masih kurang," ujar Wahyu Budi Santoso.


(Kasirin Umar/CN41/SM Network)