• KANAL BERITA

Sawi Putih Organik Mulai Diproduksi di Getasan

PANEN PERDANA: Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha didampingi Ketua Kelompok Tani Muda “Citra Muda”, Shofyan Adi Cahyono (23) melakukan panen perdana sawi putih organik di Dusun Sidomukti, Kopeng, Kecamatan Getasan, Kamis (17/1). (Foto: suaramerdeka.com/Ranin Agung)
PANEN PERDANA: Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha didampingi Ketua Kelompok Tani Muda “Citra Muda”, Shofyan Adi Cahyono (23) melakukan panen perdana sawi putih organik di Dusun Sidomukti, Kopeng, Kecamatan Getasan, Kamis (17/1). (Foto: suaramerdeka.com/Ranin Agung)

GETASAN, suaramerdeka.com - Tanaman sayur sawi putih organik berhasil dibudidayakan di Dusun Sidomukti, Kopeng, Kecamatan Getasan. Sebagai awalan, sayur tersebut ditanam pada lahan lebih kurang 1.000 meter persegi oleh Kelompok Tani Muda “Citra Muda”. Dari data yang dihimpun, dalam masa tanam dua bulan terakhir petani yang tergabung dalam kelompok tani itu berhasil menyisihkan keuntungan bersih sebesar Rp 7 juta

Hasil produksi sawi putih di lahan yang berlokasi di tepi jalan utama Kopeng-Magelang tadi, selanjutnya dikirim ke Jakarta untuk memenuhi permintaan pasar di sana.

“Sepekan sekali, kami harus memasok dua ton sawi putih organik. Adapun total lahan yang dikelola kelompok ada sekitar sepuluh hektar, sejauh ini cukup untuk memenuhi permintaan itu,” kata Ketua Kelompok Tani Muda “Citra Muda”, Shofyan Adi Cahyono (23), di sela-sela panen perdana sawi putih, Kamis (17/1) siang.

Panen perdana ditandai dengan pemotongan tanaman sawi putih oleh Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Ikut hadir dan menyaksikan, Staf Ahli Bupati Semarang Kemasyarakatan dan SDM Heru Purwantoro, Kepala Badan Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (BPTPHP) Dinas Pertanian Perkebunan Jateng Herawati Prarastiyani, perwakilan Direktorat sayuran dan tanaman obat Kementerian Pertanian RI, dan petani setempat.

Dalam sambutannya, Ngesti Nugraha mengimbau para petani muda untuk terus berkarya. Menurutnya, mereka harus yakin dan tidak malu menjadi petani. Pemkab Semarang siap membantu mekanisasi pertanian Kelompok Tani Muda “Citra Muda”. Menyusul selama ini mereka bekerja dengan menggunakan alat tradisional bukan mesin.

“Menjadi petani itu pekerjaan mulia. Sebagai generasi muda jangan malu untuk bertani karena pendapatannya ternyata sangat besar. Ajak warga sekitar untuk ikut menanam tanaman organik yang menguntungkan itu,” tutur dia.

Shofyan Adi menambahkan, selain sawi putih organik, kelompoknya pun telah membudidayakan sedikitnya 40 jenis tanaman sayur organik.

Sementara itu Kepala BPTPHP Jateng Herawati Prarastiyani mengharapkan Kelompok “Citra Muda” segera mengurus sertifikasi produk sayur organiknya. Sehingga diharapkan dapat memperluas pasar hingga ke luar negeri.


(Ranin Agung/CN41/SM Network)