• KANAL BERITA

Ada Bankir Cilik di Bank Permata

Perkuat Pengetahuan Keuangan Usia Dini

BERMAIN: Sejumlah Employee Volunteer (EVO) bermain sekaligus mengedukasi kepada para pelajar saat kegiatan CSR di Dusun Srowolan, Purwobinangun, Pakem, Sleman (13/1). (suaramerdeka.com/ Gading Persada)
BERMAIN: Sejumlah Employee Volunteer (EVO) bermain sekaligus mengedukasi kepada para pelajar saat kegiatan CSR di Dusun Srowolan, Purwobinangun, Pakem, Sleman (13/1). (suaramerdeka.com/ Gading Persada)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Tak banyak bank-bank di Indonesia yang concern terhadap pengembangan keuangan untuk anak-anak. Namun, Bank Permata menjadi salah satu bank diantaranya yang berani mengintensifkan keberadaan bankir cilik.

"Bankir cilik merupakan salah satu program CSR perusahaan kami tujuannya mengenalkan hal keuangan khususnya perbankan untuk anak-anak," papar Head Corporate Affairs Permata Bank, Richele Maramis disela-sela kegiatan penyerahan bantuan di Dusun Srowolan, Purwobinangun, Pakem, Sleman, akhir pekan lalu (12/1).

Sudah berjalan sejak tujuh tahun terakhir dengan menghasilkan sekitar 900 bankir cilik, Richele menjelaskan dalam bankir cilik ini, Bank Permata mengajak siswa-siswa dari 10 sekolah dasar (SD) setiap tahunnya untuk belajar mengenai keuangan dan dunia perbankan.

Para pelajar yang terpilih akan menjalani semacam pendidikan singkat selama tiga bulan. "Jadi kami ajak ke bank, belajar tentang perbankan juga meski dalam tataran yang sederhana. Pertahunnya rata-rata 90 pelajar. Selama ini fokus di Jakarta dahulu, tapi bisa dikembangkan ke daerah," jelasnya.

Belanja perlengkapan ibu dan anak terlengkap di sini

Sementara itu Direktur Permata Bank Darwin Wibowo mengakui bankir cilik secara tak langsung sebagai program CSR dalam penguatan literasi keuangan. Sama halnya dengan program CSR Permata Hati di Dusun Srowolan, Purwobinangun, Pakem, Sleman akhir pekan lalu.

Pada program itu 300 employee volunteers dari seluruh divisi di Direktorat Whosale Banking Permata Bank terjun langsung sebagai penggerak utama untuk mengedukasi keuangan dengan menggunakan MODul Finansial (MODAL), yaitu materi edukasi keuangan yang menarik dan komprehensif kepada ratusan siswa SDN Srowolan.

Dia menjelaskan, selain edukasi perbankan juga terdapat program bantuan sarana prasaran baik untuk sekolah maupun siswa seperti laptop, tas ransel dan alat tulis, tas kerja kepada guru dan peralatan olah raga.

Menurut dia, sebagai wujud dari nilai perusahaan Caring (Kepedulian) di Permata Bank melalui Permata Hati, para karyawan berpartisipasi secara aktif menjadi relawan atau EVO untuk membantu peningkatan kualitas pendidikan, khususnya literasi keuangan di Indonesia.

Setiap karyawan yang melakukan kegiatan volunteer akan mendapatkan Poin Senyum. Untuk setiap 15 Poin Senyum yang terkumpul, Permata Bank akan memberikan beasiswa bagi satu anak yang kurang mampu selama setahun ajaran.

"Hingga 2018, Poin Senyum yang didapat EVO setiap melakukan kegiatan volunteer telah membantu 6.338 siswa melalui partisipasi aktif 20.934 keryawan dalam berbagai kegiatan CSR," sambung dia.

Lebih lanjut Darwin berharap dengan adanya bantuan dapat memotivasi anak-anak dan guru untuk terus melakukan aktivitas belajar mengajar. "Selain itu anak-anak bisa menorehkan prestasi terbaiknya secara berkelanjutan sehingga dapat tumbuh menjadi generasi cerdas penerus bangsa," tandas dia.


(Gading Persada /CN33/SM Network)