• KANAL BERITA

Manfaatkan Puing, Korban Bencana Sulteng Swadaya Bangun Hunian

Foto: Kcm
Foto: Kcm

PALU, suaramerdeka.com - Korban bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), memilih membangun huniannya sendiri dari puing-puing bekas bangunan, tanpa menunggu selesainya pembangunan hunian sementara (huntara).

"Khususnya terhadap shelter pengungsi yang dihuni oleh korban likuefaksi dan tsunami, yang saat ini lebih 80 persen telah miliki hunian sendiri. Mereka membangun sendiri pasca bencana pada awal hingga akhir Oktober 2018. Hunian yang dibangun dari puing-puing bekas rumahnya yang ditelan lumpur likuifaksi dan disapu tsunami," kata Ketua Pansus Pengawasan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (P3B) DPRD Sulteng, Yahdi Basma.

Menurut dia, para korban yang memilih untuk membangun sendiri hunian, tanpa menunggu huntara dari pemerintah, dapat dilihat di Kelurahan Petobo, Kelurahan Balaroa, Desa Sibalaya, Kabupaten Sigi dan Desa Jono Oge, serta korban tsunami di sepanjang pesisir pantai Teluk Palu dan Donggala.

Yahdi mengemukakan, para korban bencana atau pengungsi telah terbiasa dengan puing bekas rumah mereka, lalu dimanfaatkan kembali untuk membangun hunian. Karena itu, lanjut dia, jika pemerintah tetap melanjutkan pembangunan huntara, maka dapat dipastikan itu akan mubazir atau tidak termanfaatkan.

"Saat ini yang dibutuhkan oleh korban yaitu hunian tetap. Bukan huntara, walaupun ada sebagian yang telah menempatinya dari pemerintah. Namun, lebih banyak yang telah membangun hunian sendiri secara swadaya dari puing-puing bekas bangunan," pungkasnya.


(Ant/CN33/SM Network)